Hari ketujuh ramadhan 1442 H

Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda,” Sesungguhnya orang mukmin dengan akhlak yang baik dapat mencapai derajat orang yang selalu berpuasa dan mengerjakan shalat malam” (HR. Abu Dawud)

Jati Diri adalah suatu yang ada di dalam diri kita. Meliputi karakter, sifat, watak dan kepribadian. Dapat dibilang bahwa jati diri adalah segala hal tentang diri kita. Dengan proses yang panjang dan penuh lika-liku, jati diri secara alami akan ada di dalam diri kita, baik itu saat usia muda maupun dewasa.

Penemuan jati diri ini tidak mudah karena banyak faktor yang memengaruhi. Sebagaimana sebuah jalan. Bahwa jalan tidak lurus amat, dan tidak rata. Ada kalanya harus naik. Seketika turun. Berkelok kanan kiri. Seperti itulah penemuan jati diri seseorang. Namun ketika sudah berhasil menemukan jati diri, seseorang akan menjadi lebih percaya diri, tahu apa tujuan hidup, dan dapat berdampak bagi orang sekitar.

Orang yang mengaku beragama, sudah semestinya memiliki jati diri. Seorang muslim dilahirkan tidak sia-sia. Ada tiga buah pertanyaan dasar yang mesti dijawab. Dari mana saya? Mau kemana? Untuk apa kehadiran saya di dunia ini. Tiga pertanyaan yang mendasar ini patut ditelusuri dan harus mampu dijawab dengan tepat, agar tidak tersesat di tengah jalan.

Seorang muslim bila ditanya dari mana asal usulnya, ia akan menjawab dari rahim seorang ibu. Rahim artinya penyayang. Rahim adalah salah satu sifat Allah yang berarti menyayangi hanya orang tertentu saja. Betapa mulianya manusia. Ia benar-benar mendapatkan tempat tersendiri. Ditempatkan oleh Allah pada tempat yang mulia.

Hendak kemana manusia setelah kehidupan ini? Mengingat kehidupan setelah kematian telah menjadi kebiasaan Nabi dan para sahabat untuk mendiskusikan. Nabi Muhammad saw tidak pernah berhenti untuk mengingatkan tentang adanya surga dan neraka.

Salah satu yang harus diyakini oleh umat Muslim adalah meyakini tentang hari akhir. Tiap-tiap hamba Allah wajib untuk percaya akan adanya kehidupan setelah kematian.

Apakah keberadaan seorang Muslim membawa manfaat bagi masyarakat sekitar. Ini adalah arena untuk mendapatkan bekal yang kelak akan dibawa setelah nyawa tercerabut dari raga. Muslim yang baik adalah yang membawa manfaat. Ciri-ciri orang mampu membawa kemaslahatan dalam masyarakat adalah : hanya berbicara yang baik-bauik saja, tidak mengganggu orang lain, merasa sependeritaan dengan Muslim yang lain.

Dari Aisyah radhiyallahanha ia berkata “Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda,” Sesungguhnya orang mukmin dengan akhlak yang baik dapat mencapai derajat orang yang selalu berpuasa dan mengerjakan shalat malam” (HR. Abu Dawud).

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *