Hari keduapuluhdelapan ramadhan 1442 H

Orang yang kuat bukanlah orang (menang dalam) gulat, tetapi orang kuat (yang sebenarnya) adalah yang mampu mengendalikan dirinya ketika marah. (HR. Bukhari dan Muslim)

Orang kuat, kata Rasulullah adalah orang yang kuat secara fisik dan mental. Penelitian dari University of California San Diego tahun 2012 menemukan bahwa orang-orang yang bisa melepaskan kemarahannya dan memaafkan kesalahan orang lain cenderung lebih rendah risikonya mengalami lonjakan tekanan darah.

Pada dasarnya, manusia itu lemah. Begitu lahir, ia harus ditolong orang lain, masa kanak-kanak, manusia masih diasuh oleh orangtuanya. Di masa remaja dan dewasa, hidup manusia tergantung oleh orang lain. Apa yang harus dibanggakan. Bahkan dengan hewan tertentu, manusia kalah kuat secara fisik. Kelamahan ini harus disadari, karena sesungguhnya manusia itu :

Lemah Fisik

Siapa yang tak kenal Mike Tyson. Jawara tinju sejati kelas duania, pada masa jayanya. Lawan dibuat tak berkutik sebelum memasuki ronde ketiga. Beliau sangat kuat, sehingga orang menjuluki si”badak”, karena kalau bertanding sering menggunkan cara menyeruduk. Namun kini kedudukan telah diganti oleh orang lain yang lebih kuat lagi. Mike Tyson akhir-akhir ini fisik semakin lemah dibalut umur. Dia kembali dalam siatuasi yang fitrah.

Di masa pandemik sekarang ini, tidak ada yang mampu menaklukkan virus yang hanya berukuran nano. Sekalipun orang tersebut memiliki kekatan fisik. Hanya mereka yang tunduk terhadap protokol kesehatan, yang mampu menjinakkan virus corona.

Lemah Emosional

Sebagai makhluk Allah yang paling cerdas, manusia mampu beradaptasi sampai saat ini dengan mengandalkan kekuatan berfikir dan nafsunya (emosi). Emosi adalah bahan bakar untuk menciptakan berbagai macam teknologi dan budayanya, untuk memajakan hidup manusia. Semakin tinggi tingkat keinginan manusia, semakin tinggi pula tingkat emosi manusia. Kegagalan mencapai kesuksesan berasal dari kelemahan manusia dalam menata emosi.

Di masa pandemik seperti sekarang ini, maka mengelola emosi sangat diutamakan. Sering berdoa, bersabar adalah sikap yang sangat terpuji. Virus corona adalah sebuah indikator, seberapa tinggi tingkat keimanan manusia. 

Lemah Iman.

Kelemahan yang lebih berbahaya lagi adalah kelemahan iman. Zaman semakin tua, semakin banyak fitnah bertebaran. Makin banyak orang yang tergelincir dari kebenaran. Makin banyak orang yang terjerumus karena tak mampu menahan godaan. Maka perbanyaklah doa. Hanya kepada Allah kita memohon petunjuk dan bimbingan. Rasulullah saw mengajarkan kepada kita, bahwa beliau paling banyak berdoa minta istiqamah dalam keimanan.

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *