Hari kesebelas ramadhan 1442 H

“Maha suci Allah yang menguasai (segala) kerajaan, dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu” (QS Al Mulk : 1)

Al Mulk artinya kerajaan. Al Mulk berasal dari kata kerja Malaka – yamliku – mulkan -malakah – mamlakah – berarti memiliki, menguasai, memerintah. Sedangkan al Malik artinya raja atau yang menguasai.

Hanya Allah saja yang menjadi raja. Bumi dan langit dengan segala isinya adalah kerajaan atau kekuasaan-Nya. Jagat raya ini berjalan dengan sangat baik, tertib, dan sempurna. Tiada cacat sedikitpun di dalamnya. Makhluk dengan beragam jenis dan jumlahnya, semua tunduk kepada-Nya. Semua memperoleh makanan serta dapat hidup harmonis dan berkesinambungan.

Tujuh langit yang berlapis-lapis jangan dipahami sebagai adanya lapisan-lapisan yang ada di langit. Tujuh langit harus dipahami sebagai jumlah yang sangat banyak dan tak berhingga. Bertingkat-tingkat artinya sebagai jaraknya berbeda-beda. Ada yang dekat ada yang jauh. Langit yang dekat dimaksudkan dengan bumi dan tata surya.

Dalam ayat yang lain ditegaskan agar manusia untuk mengamati dan meneliti alam raya. Alam yang demikian luas ini diperuntukkan untuk kehidupan makhluknya. Manusia dan juga makhluk lainnya untuk berdampingan dalam menjalani kehidupan. Tidak diperkenankan sewenang-wenang, harus menjaga keseimbangan. Karena semuanya sudah diatur oleh sang raja, pemilik kehidupan ini.

Tidak banyak yang memperhatikan dan merenungkan kesempurnaan ciptaan Allah. Hanya orang yang berakal yang mampu memahami. Siapa sebenarnya orang-orang yang berakal? Dalam sebuah riwayat dari ‘Aisyah dijelaskan bahwa suatu waktu, selepas melaksanakan shalat malam, Nabi Muhammad saw duduk memuji Allah, bertasbih sambil menangis. Bilal datang untuk mengumandangkan adzan subuh dan melihat Nabi menangis.

Bila bertanya “Wahai Rasulullah, mengapa engkau menangis?”

Nabi menjawab “Apakah saya ini bukan hamba yang pantas bersyukur kepada Allah? Bagaimana saya tidak menangis pada malam ini, Allah telah menurunkan ayat kepadaku… (Rasul membacakan ayat yang baru saja turun) Alangkah rugi dan celaka orang-orang yang membaca ayat ini tetapi tidak memikirkan dan menerapkan kandungannya”.

Benarlah apa yang dilakukan Rasulullah. Sahabat Jabir meriwayatkan “Rasulullah tidak tidur sebelum membaca surat As Sajdah dan Al Mulk”.

Dalam riwayat yang lain, kelebihan surat Al Mulk, bila dibaca sebelum tidur akan menghindari orang yang mengamalkannya dari siksa kubur dan memberi banyak kebaikan.

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *