sumber gambar : https://carakus.com/arwana-golden-red/

Sering kita melihat adanya kontes burung. Kicauan burunglah yang dinilai. Beraneka warna burung diadu dalam satu area. Memang tidak enak mendengar 10 burung atau lebih, berkicau Bersama-sama. Tidak ada keindahan di telinga. Akan terasa indah apabila telah mencapai babak final. Satu persatu burung diuji kemampuan berbunyinya.

Telah terbiasa kita melihat adanya kontes lembu, ayam, domba dan hewan lainnya untuk beradu keindahannya. Siapa sangka, kalau ikan arwana juga dikompetisikan untuk menyandang yang tercantik. Ikan yang berasal dari Kapuas Hulu Kalimantan ini memang menyita perhatian, sejak ditemukan sebagai ikan hias, beberapa tahun lalu.

Kata kecantikan akan identik dengan salon. Dari sana berbagai wajah dipermak agar terlihat indah dan harmoni. Memang benar adanya, bahwa salon kecantikan untuk ikan arwana sudah ada bahkan menjamur seiring dengan keinginan masyarakat. Tidak semua ikan arwana yang telah masuk salon harus diikutkan perlombaan. Ada juga sebagai penghibur di dalam rumah sebagai hiasan.

Dalam kontes kecantikan ikan arwana, yang dinilai meliputi tiga unsur yaitu : anatomi, warna dan gaya renang. Ketiga unsur ini adalah kesepakatan para peserta dan yang hoby memelihara ikan hias.

Anatomi, meliputi keseluruhan kepala. Apakah bentuk kepala ini seperti sendok atau bukan. Bila tidak mirip, maka nilai akan berkurang. Mereka mempertahankan bentuk seperti sendok, mungkin jenis ikan harus memang harus dari sungai Kapuas.

Kedua, adalah body atau badan dan ekor. Body harus melebar, bukan gemuk. Badan yang lebar, kalau berenang dan meliuk-liuk akan terasa indah. Sedangkan ekor harus menjurai seperti daun kelapa tertimla angin. Maka ekor mesti dirawat seperti rambut, agar dapat disisir.

Arwana yang diburu adalah berwarna super red. Warna ini yang digandrungi oleh pecinta ikan arwana khususnya. Mungkin karena ikan jenis ini termasuk sedikit, atau jarang terlihat di perairan, sehingga menjadi barang yang langka. Perawatannya adalah menghilangkan lendir yang ada pada sisik ikan. Sisik harus pipih, jangan tebal. Oleh karenanya sisik digosok secara terus menerus dengan alat tertentu.

Unsur yang ketiga untuk mengikuti kontes adalah gaya renang. Penulis kurang tahu pasti bagaimana cara ikan belajar renang agar tampak indah. Apakah latihannya dibuatkan jalur khusus, agar ikan terbiasa dengan gerakan latihan? Atau dibuatkan akuarium khusus agar cara ikan arwana berenang sesuai harapan sang empunya.

Ikan arwana, apabila akan masuk salon perawatan supaya puasa terlebih dahulu selama dua hari dan dibius. Sama halnya dengan manusia. Apabila akan operasi, oleh dokter disuruh puasa dalam durasi waktu tertentu. Misalnya 12 jam menjelang operasi tidak boleh makan. Ada pula yang 24 jam. Mungkin mengkondisikan agar tubuh menjadi lentur.

Bukan sembarang orang untuk melakukan perawatan ikan arwana. Harus orang yang ahli, sebagaimana kalau orang dioperasi, diperlukan dokter spesialis. Mereka ini yang pekerjaannya khusus untuk perawatan arwana. Dibekali ilmu bukan hanya praktek, tapi pengetahuan tentang ikan arwana harus mumpuni.

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *