Malaikat Pemikul ‘Arsy

Hari kesembilan ramadhan 1442 H

Dan orang-orang yang beriman, beserta anak cucu mereka yang mengikuti mereka dalam keimanan, Kami pertemukan mereka dengan anak anak cucu mereka (dalam surga), dan Kami tidak mengurangi sedikit pun pahala amal (kebajikan) mereka. Setiap orang terikat dengan apa yang dikerjakan”. (At Tur : 21)

Siapapun tidak ingin ditinggalkan oleh anggota keluarga, kekasih dan kesayangannya. Setiap orang pasti ingin selalu bersama dengan orang yang dicintai. Namun fitrah tetap akan memisahkan. Siapapun mereka akan terkena hukum, setiap yang diciptakan pasti akan ditiadakan. Semua akan kembali kepada-Nya.

Bukan orang yang beriman bila terus meratapi arti kehilangan. Allah tak akan membiarkan hambaNya larut dalam kesediahan. Ayat di atas sebagai ganjaran buat orang yang menyerahkan diri. Bukan hanya Allah yang menghibur. Malaikatpun turut mendoakan kepada orang yang pasrah terhadap ketentuan Allah. Petikan doanya :

Wahai Tuhan kami. Kasih dan ilmu-Mu meliputi segala sesuatu

Ampuni mereka yang kembali dan mengikuti jalan-Mu

Jauhkan mereka dari azab nerakanyang bernyala

Masukkan mereka ke surga And yang telah Kau janjikan pada mereka

Bersama orang-orang shalih di antara orangtua mereka

Istri-istri mereka dan keturunan mereka

Sungguh, Engkau Maha perkasa dan Maha bijaksana

Itulah doa malaikat pemikul ‘Arsy. Menurut al Qur’an mereka mendoakan kepada manusia setiap hari, setiap saat.

Ada 3 kandungan doa malaikat, yaitu pertama, di bumi ini ada orang yang selalu didoakan para malaikat. Kedua, mereka didoakan malaikat untuk dimasukkan ke surga. Ketiga, mereka masuk ke surga beserta keluarga, orangtua, istri, dan anak cucu.

Betapa bahagianya orang yang selalu didoakan oleh malaikat. Mereka sangat beruntung. Siapakah mereka? Allah menyebut tanda-tandanya.

Mereka yang kembali dan mengikuti jalan-Nya

Manusia dilahirkan dalam kesucian sekaligus makhluk yang lemah. Dalam perjalanan fitrah (kesucian) goyah, atau malah jatuh terpelanting karena daya pikat dunia. Lewat hati Nurani, fitrah selalu membisikkan kejujuran, ketaatan, kesalihan. Namun karena kelemahan manusia, fitrah sering dilupakan, dan bisikannya sering diabaikan. Lalu hidup menjauh dari fitrah. Hanya orang yang mampu kembali, dan menyadari kekeliruan untuk meraih kembali fitrahnya. Orang-orang seperti inilah yang didoakan malaikat “mereka yang kembali dan mengikuti jalan-Mu”.

Mereka mengisi hidupnya dengan iman dan amal salih

Al qur’an memberi informasi bahwa di akhirat kelak, semua akan bercerai berai. Sumi akan berpisah dengan istri dan anak-anaknya. Pemimpin tak akan bersama lagi dengan bawahannya. Bahkan dalam surat Zuhruf : 67 Allah berfirman “Pada hari itu sahabat-sahabat menjadi musuh satu sama lain, kecuali orang-orang yang takwa”. Kata takwa menjadi pembeda. Allah akan menghimpun mereka kembali, bagi orang yang beriman dan beramal salih.

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *