Manusia, antara Kebaikan dan Kejahatan

Ramadhan tahun 1441 H hari ketujuh

Manusia adalah makhluk Allah swt yang terbaik susunan jasmani dan rohaninya. Kelengkapan panca indera dan akal, hati dan nafsu, maka manusia menjadi makhluk yang berperadaban. Akal pikir sebagai pondasi peradaban, manusia semakin lama semakin maju dalam banyak hal, terutama karena bisa membedakan antara yang haq dan yang batil, yang membahagiakan dan yang merusak.

Intinya, manusia adalah makhluk Tuhan yang paling sempurna sebagaimana yang termaktub dalam al-Qur’an surat ath-Thin (95) : 4. Artinya “Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya.

Namun, manusia tidak terlepas dari hal-hal buruk. Seringkali didapati banyak yang melakukan kejahatan atau keburukan. Padahal, semakin banyak orang yang berbuat baik, sesungguhnya semakin berbahagialah suatu masyarakat. Sebaliknya, semakin banyak banyak yang berbuat keburukan, maka masyarakat tersebut akan semakin resah serta jauh dari rasa damai dan Bahagia.

Antara perbuatan positif dan negatif, manakah yang lebih cenderung dilakukan oleh manusia?

Al-Qur’an surat ar-Rum (30) : 41 Allah berfirman yang artinya :”Telah Nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka Kembali (ke jalan yang benar).

Adalah Sunatullah, bila orang yang berbuat baik pasti akan menerima kebaikan dan orang yang berbuat jahat pasti pula akan mendapatkan keburukan. Oleh sebab itu, manusia harus pandai-pandai membawa diri dalam kehidupan di dunia yang hanya sementara ini, agar tidak menyesal nantinya di kehidupan yang kekal abadi.

Manusia harus mampu memilah dan memilih, perbuatan mana yang sudah semestinya ia kerjakan dan perbuatan mana yang pantas ditinggalkan. Untuk itu, sesungguhnya Allah telah memberikan bekal kepada manusia berupa panca indera dan petunjuk-Nya agar manusia dapat menjalankani hidup di dunia sesuai dengan kehendak-Nya.

Sumber tulisan : 30 Hari Meraih Taqwa jilid 2, diterbitkan oleh : Suara Muhammadiyah dan Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah DIY.

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *