Mengapa mencari Kambing Hitam?

Ramadhan tahun 1441 H hari keduabelas

“Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya Sebagian prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain …” Surat Al-Hujurat 49 : 12)

Sebetulnya hampir dapat dikatakan tidak ada orang yang tidak memiliki masalah, urusan, perkara, ataupun persoalan dalam menjalani hidupnya di dunia ini. Banyak orang yang merasakan hari-hari hidupnya penuh ditimbuni masalah, sehingga begitu berat beban deritadan sengsara yang mesti dipikul.

Yang mungkin agak mengherankan adalah, mereka yang tidak menyadari bahwa di dalam dirinya terdapat aneka masalah. Dalam menjalani hidup kesehariannya tak ubahnya seperti seekor kupu-kupu yang terbang ke mana ia suka. Golongan manusia semacam ini merasa seperti tidak memiliki masalah, mungkin karena gelimang asesori duniawi yang saat tengah melingkupi hidupnya.

Nah, manusia jenis seperti inilah yang rentan apabila suatu ketika berhadapan dengan masalah yang sulit ditebus dengan asesori duniawi yang dimiliki. Mereka bukannya mau menghadapi, tetapi justru malah menghindar. Salah satu cara yang dianggap paling jitu adalah dengan berupaya mencari kambing hitam atau melemparkan akar permasalahan itu pada kesalahan yang dituduhkan kepada orang lain.

Oleh sebab itu, kiranya kita amat menginginkan hidup ini senantiasa terasa lapang, indah, dan nyaman, sehingga tak ada masalah. Kita juga harus hati-hati jangan sampai tergelincir menjadi orang yang suka mencari kambing hitam. Hendaknya kita harus pandai-pandai mengambil hikmah dari setiap episode kejadian yang dihadapi.

Seorang muslim mestinya harus siap untuk diuji. Jangan sampai seperti orang, ketika dihadapan pada kesulitan, maka yang didahulukan adalah perasaan panik. Terjebaklah orang tersebut dalam ucapan-ucapan yang dapat membuahkan kecemasan terhadap sesuatu yang belum tentu terjadi.

Akibat dari kepanikan seperti ini juga sering menimbulkan lontaran mengkambing hitamkan pada sesuatu yang belum tentu salah. Hidup memang lautan masalah. Yang menjadi masalah memang cara kita saja yang salah dalam menyikapi masalah.

Disarikan dari Manajemen Qolbu KH Abdullah Gymnastiar

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *