Menjadi Orang yang Bertanggung Jawab

Kunci kebahagiaan itu ada pada hati kita. Meskipun hanya segumpal, hati sangat menentukan jati diri manusia. Hati adalah standar kebaikan amalan badan. Ia ibarat pemimpin bagi badan. Baiknya hati akan berpengaruh pada baiknya amalan badan. Dan buruknya hati akan berpengaruh pada buruknya amalan badan.
Dalam Islam, hati terbagi menjadi 2 bagian yaitu Hati yang Sehat dan Hati yang Sakit. Ciri-ciri hati yang sehat, didalamnya termasuk : tidak ada rasa iri, dengki, sombong, atau penyakit-penyakit hati lainnya. Perasaan hati yang demikian itu akan merongrong kehidupan manusia itu sendiri. Oleh karena itu jagalah hati supaya termasuk katagori hati yang sehat.

Hati yang sakit. Di dalam tubuh manusia ada segumpal daging, apabila daging itu sakit,maka sakitlah seluruh tubuhnya. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW : Ketahuilah, sesungguhnya di dalam tubuh manusia terdapat segumpal daging. Jika ia baik, seluruh tubuh baik. Jika ia rusak, seluruh tubuh juga rusak. Ketahuilah (segumpal daging) itu ialah hati..” (HR. Muslim).
Manusia dituntut untuk menjadi manusia yang bermanfaat bagi sesama, maupun lingkungannya. Apa indikator bahwa manusia bisa bermanfaat bagi orang lain :

Ilmu

Allah akan mengangkat derajat kepada manusia yang berilmu. Dengan ilmu, manusia diangkat oleh Allah menjadi Khalifah. Dengan ilmu pula, manusia bisa menjadi tawadhu atau sebaliknya ingkar. Sebaik-baik manusia adalah mengajarkan ilmu kepada orang lain terutama keluarga, tetangga dan kerabat.

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *