Meriahnya Market Day di Sekolahku

market day

Pendidikan di Indonesia hendaknya diarahkan bukan hanya mengandalkan pada ranah intelektual, namun agar diusahakan juga memiliki ketrampilan, peka terhadap lingkungan sosial. Pendidikan yang mampu mengarahkan pada potensi yang dimiliki anak itulah yang diharapkan. Demikian pula dengan pengembangan karakter anak.

Salah satu potensi yang melekat pada diri anak adalah sifat entertainment. Bahkan pada beberapa anak, ditemukan bakat untuk menjadi entertainment. Bila anak dideteksi memiliki jiwa enterpreneur, dan sekolah memberi peluang untuk mengembangkan bakatnya, maka sebenarnya pendidikan yang kita harapkan akan lebih mudah. Kebutuhan enterpreneur di Indonesia diharapkan pada kisaran angka 20 % dari jumlah penduduk.

Saat ini, menurut data, baru tersedia kurang dari 5 %. Angka rujukan ini bila dibandingkan dengan Negara Malaysia, Thailand, apalagi Singapura dan Taiwan akan terlihat tidak seimbang. Di Negara yang terakhir, jumlah Enterpreneur bahkan sudah melebihi 20 % dari total penduduknya. Untuk dapat sampai pada angka 20 %, ada beberapa upaya yang dilakukan seperti : pelatihan manajemen, pemasaran, peningkatan produktifitas, pengembangan usaha perekonomian. Atau lewat pendidikan yang berupa pembukaan beberapa jurusan yang terkait langsung dengan enterpreneur.

Kegiatan sekolah yang bernuansa pada pengembangan enterpreneur juga bisa dilakukan, seperti kegiatan Market Day. Hari ini, sekolah kami menyelenggarakan market day, yang berupa pelatihan siswa dalam bentuk pasar kaget. Siswa menjual barang, dapat berupa pakaian, makanan atau minuman.

Porsi makanan dan minuman lebih banyak dibanding dengan barang yang lain. Ada harapan kalau tidak laku, bisa dimakan sendiri. Toh modalnya diangkat bareng-bareng. Sekolah hanya memberikan modal dalam jumlah tertentu, siswa mengelola uang untuk diputar kembali. Mulai dari perencanaan, pelaksanaan sampai pada penghitungan akhir. Dengan demikian program yang ditawarkan oleh sekolah, memberi kebebasan pada anak untuk berkreasi dan berinovasi lewat modal dan usaha.

Market day, adalah kegiatan anak yang difasilitasi oleh sekolah. Penyelenggaraannya sudah 4 tahun terakhir. Karena pasar kaget, maka perlu mendatangkan calon pembeli. Kalkulasinya agar barang laku. Mengandalkan orang tua siswa sebagai konsumen, diprediksi tidak mungkin. Karena orang tua sudah memiliki kesibukan tersendiri.

Cara yang kami tempuh menghadirkan konsumen, yaitu kerja sama dengan bimbingan belajar yang diformat dalam bentuk “Try Out” untuk kelas VI SD. Animo masyarakat untuk meningkatkan prestasi akademik dalam menghadapi ujian akhir jelas sangat tinggi. Peluang ini kami raih untuk mengundang siswa kelas VI yang kami anggap sebagai calon siswa.

Ada beberapa keuntungan yang dapat diperoleh untuk peserta Try Out. Selain memperoleh soal-soal latihan ujian, calon juga bisa mengetahui sekolah kami. Sehingga di masa depan siswa SD sudah memiliki gambaran jarak dari rumah ke sekolah. Keuntungan bagi sekolah, mempraktekkan secara langsung pendidikan ketrampilan, siswa juga senang dengan dibelinya barang dagangannya.

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *