Mulanya kosong melompong. Tak berpenghuni. Mungkin cuma hewan atau tumbuhan atau makhluk lain yang berkenan hidup di dunia ini. Di jagat bumi ini. Sampai suatu ketika, Nabi Adam dan Hawa yang harus turun ke bumi, melaksanakan perintah Tuhan. Berdua saja. Ditemani tumbuhan dan hewan yang berkeliaran di seputarnya. Sendiri, galau dan sengsara itu pasti.

Setelah sekian lama mengenyam di surga yang serba tersedia dan mewah. Adam dan Hawan menerima hukuman sebagai manusia yang telah beliau langgar saat di surga.Mulailah berpetualang dari tempat satu ke tempat lainnya. Tanpa mengenal lelah sambil tetus mohon ampun kepada Tuhan. Namun Tuhan punya rencana lain yanb tidak diketahui Adam.

Adam dan Hawa mulai mempunyai anak Habil dan Qobil. Iqlima dan Lubuda. Mereka berempat sudah ditentukan jodohnya. Sampai akhirnya Adam dan Hawa memiliki 40 anak. Mereka bergerombol membentuk komunitas. Sampai beranak pinak.

Sebagaimana hukum alam, saat tempat tinggal sudah tidak bisa memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, sandang, pakan dan papan mulai menipis, orang pasti mencari lahan baru yang lebih menjanjikan. Mereka membentuk koloni lagi, sehingga manusia membentuk kelompok yang disebut sebagai masyarakat. Karena kelompok satu dengan kelompok lain saling berjauhan, dan terus berkembang maka komunitas menjadi semakin banyak. Masyarakat inilah kemudian menamakan dirinya sebagai masyarakat yang memiliki kedaulatan.

Hukum alam lain mengatakan bahwa manakala masyarakat semakin tumbuh, maka akan tetjadi persaingan dalam menentukan pemimpin. Sebab masyarakat tanpa pemimpin, kehidupannya akan menjadi kacau. Tidak beraturan. Disinilah timbul pemimpin yang baru.Waktu terus berputar. Masyarakat yang memiliki pemimpin, saat itu sering disebut kerajaan. Karena otoritas raja sangat besar, sehingga konsep tumbuhnya masyarakat sangat dengaruhi oleh seorang raja atau ratu.

Dalam perkembangan berikutnya, raja tidak akan mampu kalai melakukan roda pemerintahannya. Maka diangkatlah beberapa pembantu raja yang pekerjaannya sudah spesifik. Bagian pertahanan, bagian pangan, kesejahteraan dan lain-lain.Cikal bakal raja yang dibantu oleh asistennya merupakan embrio dari munculnya sebuah negara. Salah satu sebab timbulnya negara ini karena, raja sudah tidak mampu melakukan fungsinya sebagai kepala pemerintahan.

Sebab lain karena perkembangan demokrasi yang berasaskan pada hak dan kewajiban setiap orang dihadapan masyarakat sama. Tidak ada yang lebih tinggi. Setiap warga memiliki peluang untuk menjadi seorangemimpin.Karena pertumbuhan antar negara berbeda, baik ekonomi, sosial ataupun budayanya, maka terjadilah perbedaan antar negara. Ada yang mengkatagorikan kaya-miskin, timur-barat, utara – selatan, maju – berkembang. Ada pembatas yang pasti mengapa dua buah negara atau lebih bisa dikatagorikan berbeda. Inilah perkembangam kehidupan manusia sejak lahir hingga berakhir di peraduan negara.

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *