Hari keduapuluhenam ramadhan 1442 H

“Hai Nabi, berjihadlah (melawan) orang-orang kafir dan orang-orang munafiq itu, dan bersikap keraslah terhadap mereka. Tempat mereka ialah neraka Jahannam. Dan itulah tempat kembali yang seburuk-buruknya.” (QS. At-Taubah : 73)

Kata munafik mendapat tempat tersendiri dalam al Qur’an. Bahkan sebagai nama salah satu surat dalam al Qur’an, yaitu surat al Munafiqun. Munafik adalah orang yang pura-pura mengikuti ajaran agama Islam, tetapi sebenarnya hati mereka mengingkarinya. Orang munafik selalu berkata yang tidak sesuai dengan apa yang dilakukan. Orang sering menyebut bermuka dua.

Ciri orang munafik adalah dusta, khianat dan ingkar janji. Dalam sebuah hadits riwayat Imam Bukhari menyebutkan bahwa “Tanda orang munafik ada tiga, salah satunya adalah jika berbicara dia dusta.” Allah sangat membenci terhadap orang yang dusta. Bahkan, dusta akan mendatangkan banyak kemudlorotan.

Orang yang berkhianat adalah orang yang tidak dapat menepati janji, tanpa sebab tertentu. Jika tidak ada halangan yang benar-benar menghalangi janjinya, maka ia termasuk ciri-ciri orang yang munafik. Sedangkan ciri yang ketiga adalah ingkar janji. Meski telah mengetahui ciri-ciri sifat orang munafik, Rasulullah tetap memperlakukan orang-orang tersebut seperti muslim pada umumnya. Umat Islam harus tetap mewaspadai kemunafikan mereka.

Bagaimana cara menghadapi orang yang memiliki sifat munafik. Tips berikut semoga bermanfaat.

Pertama, Beri batasan. Memberi batasan bukan berarti harus memusuhinya. Ada beberapa hal yang harus dilakukan agar peluang orang munafik masuk dalam sebuah pekerjaan dapat diminimalisir. Sekali orang munafik mendapatkan kesempatan, maka berikutnya akan merusak tatanan lebih besar lagi. Kita harus pandai memilah, mana teman mana pekerjaan.

Kedua, Waspada. Dalam menghadapi orang atau teman yang munafik, kita harus terus berhati-hati dalam berbicara dan bertingkah laku sehingga kita tidak menjadi bahan gunjingan orang yang munafik. Tidak perlu menunjukkan sifat atau sikap asli kita di depan orang munafik, karena akan terus ada orang yang suka dan tidak suka kepada diri kita.

Ketiga, Hati-hati saat memberikan informasi. Bila sudah mengetahui orang tertentu memiliki sifat munafik, alangkah lebih baik untuk tetap berhati-hati saat akan memberikan informasi. Apalagi jika informasi tersebut bersifat rahasia. Kita harus pandai dalam melihat situasi dan kondisi saat akan memberikan informasi yang begitu penting. Khawatir jika informasi penting tersebut akan disalahgunakan oleh orang yang memiliki sifat munafik.

Orang yang beriman memiliki kekuatan dan ketabahan, selalu berpegang pada ajaran Allah sehingga mampu menghadapi keganasan dan kekejian kebatilan. Orang mukmin mendapatkan dua kekuatan, orang munafik lemah dalam mengikuti hak dan lemah pula dalam menentang kebatilan bagi dirinya sendiri. Karena itulah dia tidak mampu menerima kebenaran. Golongan inilah yang disebut munafik.

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *