Negosiasi (1)

Nama lengkapnya Samuel Leroy Jackson. Seorang aktor jempolan. Lahir 21 Desember 1948 di Washington DC, Amerika. Selain sebagai bintang film, Ia juga sukses sebagai produser. Aktor papan atas, dan berkulit hitam dari Amerika Serikat. Sudah puluhan lebih film yang ia bintangi, baik sebagai peran utama ataupun peran pembantu. Kehadirannya memiliki ruh dalam setiap episode. Cerita menjadi hidup.

Salah satu film yang Ia membintangi adalah “negotiator”.  Berkisah tentang seorang negosiator yang hendak membebaskan seorang sandra. Dari plot ceritanya sebenarnya sudah bisa ditebak, bahwa alur film ini akan dipenuhi dengan dialog. Minim kekerasan, tidak obral peluru sebagaimana ciri khas film produk Amerika.

Sebagai seorang negosiator, Jackson bukanlah orang yang memiliki otak biasa. Ia mampu mencium gelagat lawan. Ia tidak mungkin memberi umpan recehan, karena yang hendak dikail adalah ikan besar. Dibutuhkan strategi dan stamina yang handal. Efektif dalam dialog, dan terukur dalam menyusun kalimat.

Setiap saat, manakala kita berkomunikasi dengan orang lain, hampir bisa dipastikan memiliki kandungan negoisasi. Hasil yang akan kita peroleh sedapat mungkin menyeluruh. Tidak parsial. Informasi yang kita dapatkan diusahakan terinci. Kita memberi informasi kepada orang lainpun diusahakan lengkap.

Dalam dialog yang hendak dibangun adalah “win-win solution”. Karena semuanya ingin puas. Tak ada yang dirugikan. Kesepakatannya menghasilkan kedua belah pihak saling menguntungkan.

Ada kalanya, bernegosiasi akan berjalan cukup alot bila salah satu pihak ingin mendapatkan porsi yang lebih besar. Atau kedua belah pihak saling mempertahankan haknya, tanpa sedikitpun memberikan kewajiban kepada pihak lain. Negosiasi seperti ini didasari karena kepentingan kelompok tertentu tidak ingin kehilangan miliknya.

Untuk bisa memainkan peran dalam negoisasi ada baiknya kita simak nasehat Nic Peeling. Beliau adalah seorang front line manager di QinetiQ, sebuah perusahaan terkemuka di bidang teknologi pertahanan dan keamanan. Diakuinya, bahwa tips berikut ini merupakan pengalaman kesalahannya dalam melakukan proses negosiasi. Dari pengalaman ini, muncul motivasi untuk menemukan dan menyarikan apa yang diketahui, dilakukan, dan dikatakan oleh negosiator.

Tahap awal adalah persiapan. Seorang petarung datang untuk berlaga tak mungkin dengan bekal tangan kosong. Petinju yang handal, akan selalu berlatih sebelum bertanding. Pedagang yang akan meraup keuntungan, pasti sudah mempersiapkan segala sesuatunya sebelum dagangannya digelar. Negosiator tak mungkin berangkat dengan tangan hampa. (bersambung)

Leave a Reply

Your email address will not be published.