Network Perekonomian

KH AR Fachrudin, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah terlama, dalam satu sesi diskusi tentang pemberdayaan ekonomi, pernah mengatakan : Muhammadiyah sebagai Gerakan Islam dapat dipahami dari dua segi. Pertama, Gerakan Muhammadiyah harus berciri atau bersifat Islam, seperti menepati waktu, tida mudah putus asa, tidak mudah mengeluh, akalnya harus banyak, kreatif, ber-ukhuwah Islamiyah, dan lain-lain. Kedua, gerakan Muhammadiyah harus mampu menggerakkan Islam dalam pengertian mejadikan Islam bergerak dinamis, sehingga adanya Islam dapat dirasakan oleh semua orang, tidak hanya oleh Muhammadiyah saja, serta tidak oleh orang Islam saja.

Dua pondasi dasar yang telah digagas oleh beliau, sebenarnya untuk semua bidang, khususnya dalam Gerakan Muhammadiyah. Salah satu fokus bidang garapannya adalah ekonomi. Saat awal Muhammadiyah berperan dalam membina umat, ditopang oleh murid-murid KHA Dahlan yang berprofesi sebagai pedagang. Pergerakan sosial ini cukup efektif, karena mobilitas sosialnya didukung oleh ekonomi yang cukup kuat.

Menarik untuk dikaji, mengapa Muhammadiyah menerima lamaran utusan Minangkabau untuk menjadi tuan rumah konggres yang pertama diluar Yogyakarta, yaitu tahun 1930. Salah alasannya, karena orang Minangkabau memiliki tradisi merantau. Harapannya agar Muhammadiyah dapat tersebar ke tanah air. Orang Minagkabau juga memiliki kemiripan dengan orang Yogyakarta (khususnya di Kauman), Surakarta dan Pekalongan, berprofesi sebagai saudagar.

Mungkin, sekarang menyadari, bahwa dengan mengembangkan sektor ekonomi, organisasi akan lebih mandiri dan berdaya. Tidak tergantung pada bantuan pemerintah, namun lebih mengandalkan pada pemberdayaan umat.

Etos untuk mendirikan amal usaha merupakan sesuatu yang patut diacungi jempol. Bahkan kita berharap agar etos ini jangan sampai padam hanya karena kecewa dan dihambat oleh sejumlah masalah yang musykil dan kompleks.

Ada beberapa usaha yang ditawarkan antara lain : Pertama, Membangun kesadaran tentang kekuatan ekonomi umat. Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Muhammadiyah, menyebutkan bahwa Ranting, sekurang-kurangnya memiliki sebuah amal usaha. Namun amal usaha yang digerakkan baru sebatas pengajian ataupun kegiatan sosial. Mulai sekarang, hendaknya anggota di Ranting sebagai basis anggota persyarikatan, sudah mulai dibangun kesadaran tentang kekuatan Gerakan ekonomi.

Kedua, setelah anggota telah memiliki mind set tentang betapa pentingnya perekonomian, tahap berikutnya pelembagaan pusat-pusat ekonomi. Pembangungan lembaga perkonomi disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat. Lembaga ini bersifat dinamis, karena merupakan wadah dalam memacahkan masalah yang dihadapi.

Ketiga, jaringan. Baik secara personal, maupun kelembagaan, jaringan (network) menjadi pilihan utama dalam komunikasi. Tanpa adanya jaringan, jangan diharapkan ekonomi akan bergeser. Jaringan ini memuat beberapa informasi yang sangat penting tentang sirkulasi barang dan jasa. Kantong perekonomian harus selalu terisi dan mengalir, karena jaringan yang kuat.

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *