Prinsip Pengembangan Kurikulum

sumber gambar : aljbr.sch.id
sumber gambar : aljbr.sch.id

Berpusat pada potensi, perkembangan, kebutuhan, dan kepentingan peserta didik dan lingkungan

Lembaga pendidikan tidaklah berdiri sendiri. Pendidikan berbaur dengan masyarakat. Orang tua sebagai inti pendidik, secara harfiah telah memberikan amanat kepada lembaga pendidikan untuk mengembangkan potensi yang ada pada diri anak. Sehingga dalam hal ini, segala aspek yang terkait dengan potensi, perkembangan, kebutuhan dan kepentingan peserta didik dan lingkungan secara formal telah diberikan kepada lembaga pendidikan. Sebaliknya lembaga pendidikan terikat dengan lingkungan masyarakat. Tanpa peran serta masyarakat dalam mengapresiasikan pendidikan mustahil terwujud lembaga pendidikan. Sebaliknya, lembaga pendidikan memiliki peran yang startegis untuk mengembangkan potensi anak didik untuk dapat berpartisipasi secara aktif.Beragam dan terpadu

Keragaman masyarakat adalah fitrah.

Tidak mungkin karakter seseorang disamaratakan. Dengan keragaman menjadikan sesuatu menjadi berwarna. Anak didik yang datang dari bermacam corak harus dipadukan untuk mengembangkan pendidikan. Keterpaduan yang dimaksud adalah memacu potensi individual yang dimiliki anak-anak, namun masih dalam koridor lembaga pendidikan. Derap langkah yang seimbang antara komponen yang dimiliki akan membawa suasana keanekaragaman yang terpadu.

Tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni

Ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) akan terus melaju menggilas tatanan sosial dan budaya masyarakat. Jati diri iptek tetaplah bersifat netral. Hanya masyarakat tertentu yang mampu mengelola diri agar tidak tergilas, atau bahkan mampu mengelola iptek dan seni menjadi budaya baru, semangat baru untuk menciptakan tata masyarakat yang baru. Lembaga pendidikan berperan startegis untuk menjadi aktor dalam agen perubahan. Di lembaga pendidikan inilah segala ilmu pengetahuan dan seni terjadi pertukaran peran. Dikaji, didiskusikan, diujicobakan sehingga bermuara pada sebuah kesimpulan yang menelurkan iptek dan seni yang baru.

Relevan dengan kebutuhan hidup

Sebagaimana keterpaduan antara dunia pendidikan dan masyarakat haruslah terjaga secara simetris. Lembaga pendidikan dan masyarakat berdiri sama tinggi bukan hanya untuk antisipasi pergerakan budaya yang frontal, akan tetapi justru harus mampu mengelola perkembangan teknologi dan budaya. Lembaga pendidikan senantiasa memberi peluang pada teknologi dan budaya untuk dikaji dan dikembangkan sesuai dengan perkembangan kebutuhan hidup.

Menyeluruh dan berkesinambungan

Iptek dan Budaya parsial terkadang akan membuat ketidak seimbangan. Pengembangan yang hanya melibatkan sebagian dari keutuhan akan membuahkan hasil yang tidak utuh. Bila iptek saja yang dikelola, maka budaya menjadi tersingkir yang pada akhirnya terjadi pengasingan sisi budaya. Sebaliknya bila budaya saja yang dikembangkan mengakibatkan iptek terabaikan. Sisi kemanusiaan menjadi tidak harmoni. Oleh karenannya lembaga pendidikan memiliki kewajiban untuk memadupadankan antara iptek dan budaya. Bukan hanya sekedar itu, lembaga pendidikan juga punya kewajiban moral untuk melapangkan jalan agar terjadi kesinambungan. Jangan sampai terjadi putus arus antar langkah.

Belajar sepanjang hayat

Amanah undang-undang dasar haluan negara harus dilaksanakan oleh setiap warga negara. Melaksanakan amanah tersebut bukan hanya tugas pemerintah, bukan saja kewajiban kelompok tertentu. Semua komponen bangsa harus turt serta aktif untuk melaksanakan undang-undang dasar negara tersebut. Pendidikan termaktub dalam pasal 31, yang mengisaratkan bahwa semua warga negara wajib menjunjung tinggi pendidikan. Bahkan dalam keterangan lebih lanjut bahwa pendidikan harus diemban sepanjang hayat. Sebagai bangsa yang beragama, pendidikan juga mengajarkan bahwa menuntut ilmu sampai keliang lahat adalah ajaran mulia, yang nilainya dijunjung tinggi dan dihargai didepan Allah. SWT.

Seimbang antara kepentingan nasional dan kepentingan daerah

Memiliki keragaman suku bangsa adalah anugerah. Memiliki bahasa yang beraneka ragam harus disyukuri. Keragaman budaya tersebut berakibat pada perilaku yang berbeda. Perilaku akan menyebabkan kepentingan yang berbeda pula. Dari berbagai macam suku, bahasa dan budaya itu harus diramu menjadi sebuah kekuatan untuk menjaga keutuhan bangsa. Lembaga pendidikan memiliki peran yang startegis untuk mengelolanya. Sekolah harus mampu menyeimbangan berbagai kepentingan yang datang dari berbagai suku tersebut.

 

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *