Mengelola harta bukanlah barang yang mudah. Karena pada dasarnya uang yang kita miliki ada hak orang lain, selama kebutuhan pokok telah terpenuhi. Harta, sebagaimana sabda Rasul merupakan bagian dari kesenangan di dunia. Harta bisa menjunjung tingkat derajat keimanan seseorang. Harta juga menistakan manusia hingga jurang yang paling dalam. Dalam Islam memiliki harta yang berlimpah tidak dilarang. Namun harta itu harus menjadi variabel status yang disematkan kepada manusia yaitu keimanan.

Tantangan Allah termaktub dalam surat Yasin 36 : 47. “Dan bila dikatakan kepada mereka ~infaqkanlah sebagian rezeki yang diberikan Allah kepadamu~”. Perintah ini sungguh sangat jelas. Saat ada kalimat perintah, semestinya orang beriman tidak ada kalimat sangkalan. Tidak ada istilah mencari alasan. Sebab dibalik perintaj pasti ada hikmah yamg terkandung.
Pertama. Abu Hurairah mengatakan, Rasulullah bersabda. “Apabila waktu subuh tiba, dua malaikat turun dari langit. Malaikat pertama betkata : “ya Allah, berilah balasan kepada orang yang menginfakkan hartanya”. Malaikat kedua berkata “Ya Allah, binasakanlah harta orang uang bakhil (HR Al Bukhari dan Muslim).
Kedua. Imran Bin Al Husain berkata, Rasulullah menarik ujung sorbannya dari belakang kemudian bersabda “Hai Imran. Sesungguhnya Allah mencintai sifat pemurah, walaupun yang dibunuh cuma seekor ular atau kadal. Allah juga mencintai orang yang berinfaq dan memarahi orang yang menyempitkan nafkah (pelit). Berilah makan dan janganlah kamu menahan (uangmu), maka Allah akan menahan pula (tidak mengabulkan) permintaanmu.” HR Ibnu ‘Asakir.
Cukup jelas penjelasan perihal sedekah. Memang tidak ada ilmu matematika yang mampu merumuskan setelah bersedekah akan memperoleh sesuatu sekian. Sedekah hanya butuh itikad yang baik, bahwa itu adalah perintah.
Allah pun mendapatkan julukan Ar Razzaq. Maha pemberi rezeki. Allah mencipyakan rezeki dan sebab-sebabnya. Allah juga memberikan segala yang ada, dengan karuniaNya, segala yang dapat memelihara materi dan bentuknya. Allah memberikan ilmu kepada akal, membetikan pemahaman kepada hati, serta memberikan makanan yang cocok untuk tubuh sesuai dengan keinginannya. Ar Razzaq adalah Tuhan yang menciptakan rezeki dan orang-orang yang meminta rezeki. Sehingga bila ada manusia yang memperoleh rezeki maka bersedekahlah sebagai manivestasi sifat Ar Razzaq.

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *