Sehelai Puzzle LB Moerdani

Jangan diharapkan preman yang hidup di tahun 1980 an memiliki napas yang panjang. Mereka ngos-ngosan menghindar timah panas yang diobral oleh penembak misterius ( petrus ). Dengan dalih mengamankan transportasi bis antar kota atau antar pulau, petrus punya hak meng-dor orang yang disinyalir sebagai pembajak bus.
Petrus ternyata mengembangkan lahan. Tidak hanya menundukkan pembajak bis, namun mencari dan memburu orang yang terendus sebagai gabungan anak liar atau gali. Gali memang sempat ngetop kala itu sebagai wadah gabungan anak muda yang suka bikin onar dalam masyarakat. Waktu yang tepat membidik dan melenyapkan gali dikala pagi hari. Sebelum masyarakat memulai aktifitasnya. Sebagaimana yang pernah penulis rasakan.
Muhammad Hasbi sebagai perintah eksekutor. Sebagai komandan Garnisun Yogyakarta, menyatakan perang terbuka terhadap gali. ia mendapat mandat dari Siswadi, bukan dari LB Moerdani yang menjabat sebagai Panglima ABRI. Hanya dua kata yang Hasbi dengarkan saat Moerdani mengevaluasi program perang terhadap gali. ” Bagus. Lanjutkan “.
Itulah sedikit perintah sang jendral kala beliau memangku jabatan tertinggi di militer. Bila kita buka dokumen sepak terjang beliau, mungkin ratusan jumlahnya. Dan itulah nasib perjalanan sang jendral saat menapaki karpet orde baru. Tak beda jauh dengan jendral lainnya. Rapot akan terkuak saat yang bersangkutan telah dipanggil Tuhan.
Sedikit demi sedikit tinta sejarah mengalir menembus tembok yang selama ini menjadi rahasia negara. Bau anyir darah korban keganasan tentara tiba-tiba mengebul. Salah satu yang menjadi korban adalah umat Islam. Apakah ini rekayasa Beny Moerdani? Ataukah sang jendral penguasa orde baru? Siapapun mereka, cuma anak cucu bangsa yang pandai menelaah sejarah.
Saat Moerdani mulai pudar, saat itu pula ICMI (Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia) muncul. ICMI timbul bukanlah melalaui jalan yang rata. Nurcholis Madjid sebagai konseptor khittah ICMI menuturkan bahwa kemunculan ICMI sedikit terganggu dengam masih bercokolnya LB Moerdani. Kala itu, Moerdani masih memiliki hubungan yang erat dengan Soeharto. Persiangan antara Moerdani dan BJ Habibie menandai gerak embrio ICMI sedikit terhambat.
Suatu ketika, Habibie berkunjung ke Jepang. Beliau ke negeri sakura sebenarnya atas undangan pemerintah setempat untuk menjajagi kemungkinan kerja sama teknologi. Duta Besar Jepang, kebetulan masih orangnya Moerdani. Waktu telah diatur oleh pemerintah Jepang, agar pembicaraan sampai detail diperlukan paling tidak 90 menit. Dibalik skenario itu, ternyata Duta Besar telah membuat kesepakatan atas perintah Moerdani agar pertemuandilangsungkantak lebih dari 15 menit.
Sampai akhirnya petugas pemerintah setempat curiga terhadap kaki Duta Besar menggesek-gesek kaki Habibie agar segera menyudahi pertemuan tersebut. Setelah keluar ruangan, pemerintah setempat memohon kepada Habibie agar segera masuk kembali untuk meneruskan perundingan. Peristiwa ini menandakan bahwa Moerdani memang kuat dalam pemerintahan kala itu. Hubungan antara Soeharto dan Moerdani memang sangat erat, karena Moerdani menjadi salah satu pengawal kepercayaannya.
Peristiwa demi peristiwa mengiringi duet mereka berdua. Beberapa tugas negara Moerdani laksanakan dengan penuh tanggung jawab, dan berhasil dengan baik. Namun tidak ada pasang naik saja. Ada kalanya terjadi pasang surut sebagaimana ombak menjilat pantai tanpa henti. Moerdani diisukan akan mengkudeta Presiden Soeharto. Isu ini diterima oleh Soeharto. Tanpa ampun, Moerdani dicopot jabatannya sebelum tuntas. Namun suatu saat Soeharto menyesal, kala Moerdani pernah menasehati agar anaknya Soeharto harus dikendalikan dalam berbisnis. Nasehat itu tidak digubris. Hingga Moerdani menjelang ajal kata itu ia ucapkan dengambahasa jawa. “Kowe pancen sing bener, Ben. Nek aku manut nasehatmu, orakoyo ngene. (Kamu memang yang benar Ben. Seandainya aku menuruti nasehatmu, tak akan seperti ini).
Referensi :
1. Tempo edisi khusus 6-12 oktober 2014.
2. Cak Nur sang guru bangsa, ditulis oleh Muhammad Wahyuni Nafis.

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *