Tabligh, Ta’lim dan Tarbiyah

Juma’t Berkah

Sampaikanlah dariku walaupun satu ayat (al-Hadits)

Hadits di atas, sangat terkenal untuk memberi semangat kepada calon mubaligh dan mubalighat. Mereka dibekali sebuah hadits untuk mengisi amunisi agar syiar Islam tetap membara. Hadits ini memang terkait langsung dengan komunikasi. Informasinyapun shahih, terpercaya.  

Tabligh, Ta’lim dan Tarbiyah memiliki kandungan yang sama dalam hal mengajarkan kepada orang yang belum tahu menjadi tahu. Tabligh berasal dari kata balagha yang artinya “sampai”. Kemudian berubah bentuk menjadi Ballagha (doble lam) yang artinya “menyampaikan”. Dalam konteks dakwah, tablgih diartikan menyampaikan atau menginformasikan ajaran Islam kepada orang lain agar diimani, dipahami serta dijadikan pedoman hidupnya.

Ta’lim merupakan proses pemberian pengetahuan, pemahaman, pengertian dan tanggung jawab, sehingga dalam diri manusia itu suci atau bersih dari kotoran. Karena manusia dalam keadaan bersih, maka siap menerima hikmah dan mampu mempelajari segala hal yang bermanfaat bagi dirinya.

Dalam al Qur’an, Ta’lim dapat berbeda arti. Misalnya kata ‘allama dengan alhamahu artinya memberi ilham. Kata dalam surat al Baqarah ayat 31 ini maksudnya Allah memberi pengetahuan kepada Nabi Adam a.s. untuk mengetahui jenis-jenis yang telah diciptakan beserta zat, sifat dan nama-namanya.

Surat ar-Rahman ayat 1 – 4, kata allama mengandung arti memberitahukan, menjelaskan, memberi pemahaman. Sedangkan dalam surat al-Alaq ayat 4 – 5, kata allama berarti menyampaikan ilmu menulis denga kalam, menjadikan kalam sebagai alat untuk saling memahami di antara manusia.

Tarbiyah dalam bahasa arab memiliki 3 kata yaitu, tanmiyatun, tansyiatun dan ishlahun. Maknanya penumbuhan, pengembangan, pengembangan, pembangunan dan perbaikan. Sehingga Tarbiyah diharapkan mampu melakukan perbaikan diri pribadi yang kurang baik menjadi lebih baik, pribadi yang dikembangkan dan dibangun.

Tabligh, Ta’lim dan Tarbiyah merupakan satu kesatuan yang memiliki tujuan agar manusia saling mengingatkan, saling memberitahu dan saling tabayyun. Di era sekarang, memberitahu kepada orang lain yang memiliki bobot kebenaran. Bukan berita kebohongan. Mengingatkan artinya saling cross cek. Andai ada kesalahan supaya diluruskan dengan cara tabayyun dengan cara rendah hati dan bersabar.

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *