Tasamuh (Toleransi)

Ramadhan tahun 1441 H hari keempatbelas

Allah berfirman :

إِنَّمَا ٱلۡمُؤۡمِنُونَ إِخۡوَةٞ  فَأَصۡلِحُواْ بَيۡنَ أَخَوَيۡكُمۡۚ وَٱتَّقُواْ ٱللَّهَ لَعَلَّكُمۡ تُرۡحَمُونَ ١٠

Artinya : “Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara. Sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat” (al-Hujuraat 49: 10)

Tasamuh dalam bahasa Arab artinya toleransi. Kata toleransi sendiri juga mempunyai banyak pemahaman : toleransi, tenggang rasa, lapang dada, dan bermurah hati. Inti dari tasamuh atau toleransi ini sebenarnya adalah mempertahankan pendirian pribadi tetapi tetap bersedia menerima pendapat orang lain. Entah itu dari segala segi kehidupan, baik agama, kebudayaan, kondisi sosial, kebangsaan dan kemasyarakatan.

Kita juga harus tahu bahwa yang namanya perbedaan-perbedaan tersebut harus disikapi dengan kepala dingin. Hal ini untuk menghindari pertengkaran, permusuhan dan perselisihan antara manusia satu dengan manusia yang lain.

Dalam sejarah Nabi Muhammad saw, saat hijrah ke Madinah. Ketika itu di Madinah terdiri dari beberapa penduduk yang belum beragama Islam. Meskipun berbeda dengan Nabi Muhammad SAW, penduduk tetap menjaga sikap toleransi yang tinggi. Sehingga semua warga di tempat tersebut juga merasakan kedamaian serta tidak ada rasa paksaan

Contoh kecil lainnya adalah ketika ada seseorang yang sedang menaiki kendaraan bermotornya dan  kemudian melewati perkampungan. Maka ia tetap menjaga suara motornya dan berlaku sopan terhadap penduduk setempat. Maka secara langsung orang tersebut telah menerapkan sikap tasamuh dalam dirinya.

Fungsi dari tasamuh antara lain :

  1. Menciptakan rasa keharmonisan antar sesama manusia baik dalam hidup bermasyarakat, beragama, berbangsa dan bernegara.
  2. Menumbuhkan sikap saling menghormati dan tidak memaksa antar sesama manusia.
  3. Menciptakan rasa rukun antar umat beragama satu sama lain
  4. Menumbuhkan rasa cinta terhadap sesama umat manusia
  5. Tetap menghargai pendapat orang lain, meski terdapat perbedaan pendapat satu sama lain

Semoga dengan sedikit keterangan yang ada di atas bisa membantu kita untuk lebih memahami ajaran-ajaran terpuji yang ada dalam agama Islam.

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *