Hari kedelapanbelas ramadhan 1442 H

Kemudian kitab itu Kami wariskan kepada orang-orang yang Kami pilih di antara hamba-hamba Kami, lalu di antara mereka ada yang Menganiaya diri mereka sendiri dan di antara mereka ada yang pertengahan dan diantara mereka ada (pula) yang lebih dahulu berbuat kebaikan[1260] dengan izin Allah. yang demikian itu adalah karunia yang Amat besar’’(al Fathir : 32)

Manusia, diciptakan oleh Allah sebagai makhluk yang sempurna. Manusia diberi kelebihan berupa cipta (akal), karsa (nafsu) dan rasa (hati Nurani). Apabila ketiga unsur tersebut berjalan seiring, maka ujud manusia menjadi lebih sempurna. Allah dan Rasulnya terus membimbing manusia dalam mengarungi jalan yang telah ditentukan. Penunjukan jalan ini bukan berarti bahwa kreativitas manusia akan terpasung. Membimbing dimaksudkan mengarahkan rambu-rambu. Mana yang hak mana yang bathil

Akal digunakan untuk berfikir. Bagaimana manusia dapat mengelola alam dan lingkungan menjadi lebih bermanfaat. Bukan mendatangkan kemadlaratan. Akal bekerja untuk memudahkan manusia dalam melakukan pekerjaan. Akal akan bekerja sia-sia bila digunakan untuk “ngakali” manusia lain.

Karsa dapat bekerja bila manusia memiliki keinginan yang tinggi. Nafsu yang baik adalah keinginan untuk meraih kebaikan. Baik untuk disri sendiri maupun orang lain. Tanpa nafsu, dunia tidak seperti sekarang ini. Meraih kesuksesan harus didorong oleh nafsu yang kuat. Kita harus menghindari nafsu keserakahan.

Hati Nurani ibarat sang pengadil. Meskipun akal memberitahu bahwa perbuatan itu baik, namun secara nurani lebih banyak merugikan, lebih baik diurungkan. Meskipun secara karsa bahwa apa yang akan dilakukan akan bermanfaat, namun kalau nurani memiliki pertimbangan lain demi kemaslahatan, lebih baik batalkan.

Inilah kelebihan dan kekurangan manusia bila dibandingkan dengan makhluk lain. Malaikat itu adalah makhluk yang suci, namun tidak memiliki nafsu. Tidak memiliki keinginan, sehingga sifatnya statisnya. Dia akan bergerak bila Allah memerintahkan. Binatang hanya mengandalkan nafsu. Dunia mereka berlaku, siapa yang kuat, dia yang menang.

Oleh karenanya, tipe manusia dapat dikatagorikan menjadi 3 bagian. Pertama Manusia yang menganiaya dirinya sendiri. Maksudnya adalah kehidupan mereka lebih banyak kesalahannya dari pada kebaikannya. Cinta dunia, sehingga lupa Allah. Kedua, Manusia pertengahan, yaitu yang kebaikannya sekaligus keburukanya hampir sama. Dalam istilah statistika, golongan seperti ini paling banyak, karena tengah-tengah. Ibarat grafik, kurvanya selalu naik turun. Kadang mengerjakan kemakrufan, disisi lain masih mencicipi kemungkaran.

Ketiga, Manusia yang lebih banyak mengerjakan kebaikan dari pada kejelekannya. Orang yang seperti ini, adalah orang yang hati-hati dalam menentukan langkah. Semua serba dipikirkan agar tidak menodai diri sendiri maupun orang lain.

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *