Jum'at Berkah
Artinya: “Allah adalah wali (pelindung) orang-orang yang
beriman, Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan (kekafiran) menuju cahaya
(iman).” (al Baqarah: 257)
Gus
Mus sapaan lekat K.H. Ahamad Mustofa Bisri, menyebut alm. Buya Syafii Ma’arif sebagai
wali Allah terkasih. Melihat dengan mata hatinya, Gus Mus memang kerap menyebut
beberapa orang sebagai wali. Salah satu ciri seorang wali adalah istiqomah
dalam akhlakul karimah.
Ada
beberapa ulama yang membagi wali menjadi beberapa kelompok. Setiap kelompok
memiliki alur sampai kepada nabi. Kelompok mereka antara lain Sulaimani,
Ibrahimi dan Muhammadi.
Golongan
Sulaimani menguasai dunia, dia bersikap zuhud, tapi tidak mempedulikan.
Wali yang berada pada keluarga Ibrahimi, selalu bertawakkal kepada
Allah. Dia tidak memperhatikan dunia apakah mendekat atau menjauh.
Kelompok
wali Muhammadi melengkapi semuanya. Mereka mendambakan ingin selalu
bersama Allah, namun tidak lupa sebagai tugas manusia, tetap sibuk menyebarkan
agama dengan berbagai cara. Golongan ini meyakini, bahwa risalah yang dibawa
oleh Rasulullah Muhammad saw adalah penyempurna dari misi yang dibawa Nabi dan
Rasul sebelumnya.
Kewalian
adalah gambaran dari fananya seseorang dalam kebenaran dan kekekalan
dengan-Nya. Kewalian ini tidak mensyaratkan adanya karamah kauniah
(wujud yang diciptakan Allah dapat berupa benda, kejadian, peristiwa dan segala
hal yang ada di alam), namun syaratnya adalah karamah qalbiyah (hati).
Kewalian
kauniah, misalnya seseorang diberi hidayah dengan kemampuan intelektual
yang tinggi. Dia dapat menerawang isi alam dengan segala keajaibannya.
Menghasilkan karya-karya yang bermanfaat bagi umat manusia. Ada pula seseorang
yang hanya diberi syafaat qalbiyah. Ia mampu menyingkap rahasia alam
semesta tanpa menggunakan akal. Perkara ghaib dapat dijelaskan dengan sangat
gamblang, sehingga orang lain dapat mencapai taraf percaya dan yakin.
Ada
kalanya kedua karamah itu dapat menyatu dalam diri seseorang. Keistimewaan ini
pernah bersemayam di Syaikh Abdul Qadir Jailani dan Syaikh Abi Madyan al
Maghribi. Mereka berdua memiliki ilmu ma’rifat yang menyeluruh.
Ilmu
Syaikh Abdul Qadir Jaelani berkembang pesat di belahan Timur, sedangkan Syaikh
Abi Madyan al Maghribi adalah orang yang sangat berpengaruh di Barat. Mereka
berdua diberi julukan dua pilar dari timur dan barat.
Posting Komentar untuk "Kewalian"