Ketidaksempurnaan Manusia

Jum'at Berkah

Jika sampai padamu cercaan akan suatu segi kekuranganku,

Maka bagiku itu adalah justru bukti untuk kesempurnaanku

(Abu al ‘Ala’ al Ma’arri)

Sepintas lalu, syair di atas yang memantulkan pesimisme, atau bahkan malah putus asa. Syair itu menggambarkan perjalanan seseorang dalam menggapai tingkat yang lebih baik. Bukan capaian kesempurnaan.

Tetapi, bait-bait tersebut justru mendendangkan kepasrahan diri terhadap yang mutlak. Ia sama sekali bukan bermaksud mengungkapan kekurangan diri, melainkan kesadaran diri bahwa manusia itu memiliki sifat manusiawi.

Buah pena Ma’arri yang ditulis seribu tahun yang lalu, mengungkapkan keresahan seorang sastrawan dan juga seorang filosof, tentang keadaan negerinya saat itu. Beliau hidup dimasa Dinasti Hamdaniyyah yang bermusuhan dengan Byzantium, Fathimiyya, dan Banu Mardas. Perpecahan politik antar elit penguasa selalu menghiasi cakrawala negerinya. Meskipun beliau adalah orang yang buta, namun tulisannya kerap menusuk tokoh ring satu kekhalifahan.

Ma’arri sadar diri. Ia paham benar surat al Isra’ ayat ke-70. Sejatinya manusia merupakan makhluk ciptaan Allah yang paling sempurna di antara ciptaan yang lain. Manusia diberi otak untuk berfikir, dapat membedakan antara yang baik dan buruk. Melalui otaknya, manusia dapat menciptakan dan berinovasi dalam menciptakan sesuatu yang baru, sekaligus manusia sebagai makhluk sosial yang saling melengkapi. Namun kesempurnaan hanyalah milik Allah.

Allah telah melebihkan manusia menjadi khalifah di bumi. Manusia juga diberi keistimewaan memiliki bentuk yang sempurna. Selain fisik yang indah, Allah juga menyertai alat non fisik berupa akal dan hati.

  • Kalau kamu memilih istri wanita hebat, kamu juga harus menerima kalau dia itu keras kepala dan tak mudah terkalahkan.
  • Kalau kami memilih istri wanita yang cantik, kamu harus menerima kalau biaya perawatan dan biaya pengeluarannya juga banyak
  • Kalau kamu memilih istri ibu rumah tangga yang menjaga dan merawat rumah, kamu harus menerima kalau dia tidak menghasilkan uang

Posting Komentar untuk "Ketidaksempurnaan Manusia"