Disatu
sisi, perkembangan penggunaan internet patut dibanggakan. 73,7% atau sekitar
202,6 juta penduduk yang memanfaatkan dunia maya sebagai interaksi sosial.
Angka tersebut bukanlah rekaan. Namun sisi lain yang cukup memprihatinkan,
konten yang mereka terima ataupun disebarkan, berupa berita bohong, ujaran
kebencian, dan radikalisme. Informasi hoax yang bertebaran, perlu diantisipasi
dengan cara memberi bimbingan yang benar kepada nitizen.
Patut
kita tegakkan ulang, bahwa budaya literasi digital mencerminkan kepribadian
masyarakat. Hasil temuan yang perlu kita renungkan adalah, bahwa orang
Indonesia termasuk orang yang tidak baik dalam bermedia sosial. Untuk itu,
masyarakat perlu mengetahui bahwa berinternet tidak hanya untuk kesenangan
pribadi. Ada adab yang mesti dijunjung bersama.
Empat
pilar Literasi Digital berikut perlu dipahami, supaya keberadaan kita mendapat
respon yang baik dimata orang lain.
Pertama,
Digital Skills. Terampil atau cakap dalam
menggunakan media digital, khususnya media sosial. Ketrampilan disini termasuk
memanfaatkan aplikasi-aplikasi terbaru, alat-alat pendukung gadget. Jangan
sampai gawai yang dimiliki, hanya dipakai untuk whatsapp, atau sekedar tik tok.
Fitur-fitur lain perlu digali dan dipelajari.
Kedua,
Digital kultur yang berfungsi sebagai
tuntunan atau cara-cara bagaimana masyarakat berinteraksi, berpikir dan
berkomunikasi. Budaya digital akan membentuk tatanan kehidupan baru bagi
masyarakat.
Ketiga,
Digital Safety. Beriinternet yang sehat
adalah bagaimana memanfaatkan internet sepositip mungkin sesuai dengan
kebutuhan. Kebiasaan ini mengajak pengguna internet untuk lebih bijak. Digital
Safety adalah penggunaan internet untuk melindungi diri sendiri dan orang lain.
Keamanan menjadi sangat penting di era digital. Data yang kita simpan harus
dijaga, agar tidak dimanfaatkan oleh orang lain.
Keempat,
Digital Ethics. Sebagai bangsa timur, Rakyat
Indonesia sangat menjunjung tinggi adab. Kebudayaan yang kita anut sejak dulu
adalah etika. Menggunakan hak dan kewajiban secara berimbang. Menggunakan
internet untuk media sosial harus memperhatikan:
Berempati
adalah kemampuan untuk memahami apa yang dirasakan oleh orang lain, melihat
dari sudut pandang orang lain dan juga membayangkan dirinya menjadi orang lain.
Empati menjadi kunci dalam membangun dan menjaga hubungan antar sesama
Jaga
Privasi Orang Lain. Dalam bermedia sosial, tidaklah bebas sesuai kesukaan
pribadi. Ada lahan atau hak orang lain untuk dilindungi. Meskipun secara
langsung ataupun tidak langsung, ada korelasi dengan dokumen yang kita miliki.
Berkomentar
yang baik. Memiliki kawan yang domisilinya jauh, dalam bermedia sosial,
sesungguhnya teman itu adalah tetangga kita. Rumahnya bersebelahan dengan rumah
kita. Apapun tulisan yang mereka posting, hendaklah kiat berkomentar yang baik.
Bila tidak dapat komentar yang baik, lebih baik diam.
Simpan
masalah pribadi, jangan mengumbar di media sosial. Masalah pribadi adalah
rahasia, dirinya sendiri yang mengetahui. Jangan sampai masalah pribadi,
menjadi konsumsi umum
Jangan
main copas. Hargai karya orang lain. Menjiplak sesungguhnya perbuatan tidak
terpuji. Namun menyalin karya orang lain, dengan mencantumkan namanya adalah
tindakan terpuji. Kita viralkan karya orang yang bagus, sebagai rasa hormat
kepada orang lain.
Posting Komentar untuk "Be a Good Nitizen"