Rudder Travel Limiter

Bila dihitung, Indonesia telah mengalami tiga kali kecelakaan terburuh hingga hari ini. Tahun 1997 pesawat Garuda dengan nomor penerbangan GA152, jatuh di Kota Medan. Ada 234 orang yang tewas dari tragedi tersebut. Kedua, menimpa pesawat udara Lion AIR JT 610 di perairan Karawang, tahun 2018 yang menewaskan 189 orang.

Ketiga, jatuhnya Air Asia QZ 8501 yang melakukan penerbangan dari Surabaya menuju Singapura. Kecalakaan ini terjadi pada hari Minggu, 28 Desember 2014.  Peswat ini berjenis A320-200, dengan pilot Irianto dan kopilot Remi Emmanuel. Menurut Komite Nasional Keselamatan Transportasi (NKTK), pesawat naas terjadi karena bagian Rudder Travel Limiter mengalami kerusakan.

Apa itu Rudder Travel Limiter?

Rudder Travel Limiter adalah penjaga keseimbangan pesawat. Yaitu sebuah perangkat penting dalam pesawat yang berfungsi untuk membatasi sejauh mana kemudi arah (rudder) dapat bergerak. Kemudi arah ini adalah bagian belakang pesawat yang berbentuk seperti sirip vertikal dan berfungsi untuk mengontrol arah pesawat saat terbang.

Pesawat membutuhkan alat ini untuk mengemudikan pesawat sebagaimana setir pada mobil. Jika setir diputar terlalu jauh dan terlalu cepat, mobil bisa kehilangan kendali. Begitu pula dengan pesawat. Jika kemudi arah bergerak terlalu jauh, pesawat bisa mengalami masalah stabilitas dan bahkan bisa rusak.

Rudder travel limiter mencegah hal ini terjadi dengan membatasi gerakan kemudi arah pada sudut tertentu. Batasan ini sangat penting, terutama saat pesawat terbang dalam kondisi tertentu, seperti saat kecepatan rendah atau saat ada kerusakan pada bagian lain dari pesawat.

Rudder Travel Limiter berfungsi untuk mencegah kerusakan akibat gerakan kemudi arah yang berlebihan. Fungsi lain meningkatkan stabilitas dan mencegah kecelaan.  


Posting Komentar untuk "Rudder Travel Limiter"