Mahabbah
artinya cinta. Secara luas, Mahabbah dimaknai memeluk dan mematuhi perintah
Allah dan membenci sikap yang melawan pada Allah, berserah diri. Syeikh
Abdul Qadir Isa dalam bukunya “Tasawuf”, cinta adalah yang telah melupakan
dirinya, yang terus menerus mengingat Tuhannya, menjalankan semua hak-hak-Nya,
memandung denga kalbu yang demikian bercahaya dan indah.
Ada
sebuah ungkapan “Tak kenal, maka tak sayang”. Jadi untuk dapat mencintai atau
menyayangi pada mulanya dari kenal. Demikian pula cinta kepada Allah, diawali
dengan kenal (ma’rifah). Mengenal Allah dengan cara musyahadah (merasakan
adanya kehadiran Allah).
Mengapa
orang terpikat kepada orang lain? Boleh jadi karena terpengaruh oleh auranya,
kepandaiannya, cara bertutur katanya, kecantikannya dan lain-lain. Sehingga
orang itu harus berterima kasih, merasa kagum, atau iba hati. Berikut ada
beberapa musabab orang demikian cinta terhadap orang lain.
Pertama,
tertarik karena keindahan, kemolekan, kecantikan dan kelezatan lainnya. Kita
demikian terpesona dengan keindahan gunung saat pagi menjelang. Kita
terperangah waktu di bibir pantai ketika matahari menuju peraduan malam. Cahaya
menguning menerangi sudut-sudut alam, seakan ragu untuk meninggalkannya. Kita terpaksa
dibuat menelan ludah, ketika melihat makanan yang kelihatan lezat.
Kedua,
tertarik karena ingin keselamatan diri. Minum seteguk air karena takut dahaga.
Tertarik pada semangkuk kuah berbalur mie karena takut lapar. Harus menelan beberapa
butir obat, karena takut sakitnya lebih parah lagi.
Ketiga,
Tertarik karena jasa baik. Seorang pemuda rela menambatkan hati kepada seorang
gadis karena bermuka manis, dengan senyum simpul yang menawan karena si gadis
telah menolong pemuda dari mala petaka. Seseorang akan terikat hatinya, kala
ditolong orang lain dari kecelakaan.
Keempat,
tertarik karena persamaan visi. Orang berkumpul karena memiliki tujuan yang
sama, dan itu dilindungi oleh undang-undang. Adanya komunitas karena mereka
memiliki pemikiran yang sama. Adanya organisasi karena orang yang ada didalam
memiliki tujuan yang sama. Ada pula yang lebih mendalam karena persamaan aqidah,
persamaan ras atau golongan, dan juga kesesuaian minat.
Kelima,
Tertarik karena kebaikan karena ada sesuatunya. Orang yang cinta kepada
keluarga, biasanya juga cinta terhadap warga seputar. Orang yang baik
peringainya, biasanya orang lain akan segan. Bahkan, orang rela mengikutinya kemanapun
perginya, karena orang tersebut adalah hartawan.
Bahan bacaan: Kumpulan Makalah Tasawuf oleh Dr Akhmad Sodiq, MA
Posting Komentar untuk "Mahabbah"