Jakob Oetama,
dalam bukunya “Syukur Tiada Akhir” membeberkan keberhasilan mengelola surat
kabar harian “Kompas” beserta media lain dibawah naungan Kompas. Salah satu
manajemen yang beliau terapkan adalah menempatkan orang-orang muda yang lincah,
cakap, terbuka, dinamis, serta mau dan mampu membentuk tim manajemen yang
kritis sekaligus sinergik.
Ilmu manajemen
yang dirujuk adalah mantra dari Stephen Ricard Covey. Pakar manajemen yang
lahir pada tanggal 24 Oktober 1932, dan meninggal pada 16 Juli 2012, yang
sekaligus adalah teman karib Hermawan Kertajaya, pakar pemasaran. Jakob
menukilkan hubungan antara manajemen dan karyawan, antara lain:
Pertama,
“Pay Me Well” atau gaji yang baik.
Salah satu motivasi orang bekerja adalah mencari nafkah. Sebagai penyambung
hidup. Orang yang bekerja dalam dunia pers, tentu telah dibekali dengan
berbagai ilmu dan ketrampilan tentang pers. Perusahaan akan menggaji karyawan
sesuai dengan kadar ketrampilan yang dimiliki.
Jacob sadar bahwa
perusahaannya berplat kuning. Menghidupkan tungku agar terus menyala dilakukan
dengan usaha sendiri. Hanya sebuah kata agar tetap langgeng, yaitu “bersaing”,
dan menjadi yang terbaik.
Kedua,
“treat me well” atau perlakukan
saya dengan baik. Tata kelola pada ranah ini adalah hubungan manusiawi. Kunci
utamanya, menghargai seseorang sebagai manusia. Namun tetap masih dalam koridor
bekerja secara bersama. Kemuliaan seseorang dalam sebuah komunitas atas dasar
professional dan human relation (hubungan antar manusia). Sehingga terbentuk
pemilahan secara proporsional. Kapan saat bekerja dan berkarya, kapan saat
bercanda.
Ketiga,
“use me well” atau gunakanlah saya secara baik-baik. Harus diakui bahwa
ketrampilan seseorang dengan orang lain berbeda. Perbedaan ini karena
dipengaruhi oleh pendidikan, latar belakang keluarga dan lingkungan.
Menempatkan seseorang sesuai dengan sumber daya, telah menjadi keharusan. Jam
terbang menjadi salah satu indikator assessment. Tidak salah ada ungkapan “the
right man in the right place”.
Keempat,
“principle centered managemen” yaitu manajemen yang berlandaskan pada
prinsip-prinsip. Disini, ruang dibuka lebar, karena sebuah perusahaan dapat
berkembang dengan baik, atas sumbangsih dari siapa saja. Jakob mengajak untuk berbicara
visi, misi dan tujuan. Beliau merangsang motivasi : saya ingin memberi
sumbangan berharga. Saya ingin memiliki makna bagi diri saya sendiri, keluarga
dan orang lain, disini.
Posting Komentar untuk "Manajemen Pribadi untuk Institusi"