Latah atau Jumping
frenchmen of maine adalah reaksi spontan dan berlebihan yang terjadi
ketika seseorang dikejutkan oleh hal tertentu, seperti mendengar suara keras
atau mendapatkan sentuhan tak terduga. Reaksi terkejut tersebut dapat berupa
mengulang kata-kata yang diucapkan orang lain, mengucapkan kata-kata kasar atau
vulgar, ataupun melakukan suatu gerakan.
Kondisi ini tergolong normal
apabila terjadi pada anak-anak berusia di bawah 3 tahun karena dianggap menjadi
bagian dari proses belajar berbicara. Namun, jika latah berlanjut hingga anak berusia
lebih dari 3 tahun, hal tersebut perlu segera mendapatkan penanganan yang
tepat.
Pertama
kali istilah ini ditemukan pada akhir abad ke-19 di Maine, Amerika Serikat dan
Quebec, Kanada. Ketika itu, kondisi tersebut ada pada para penebang pohon
keturunan Kanada-Prancis yang terisolasi. Orang latah menunjukkan reaksi tak
terduga saat terkejut. Reaksi tersebut bisa dibilang tidak biasa dan
berlebihan.
Respon ini
terjadi secara cepat, natural, dan tanpa disengaja atau direncanakan. Penyebab
latah bisa berupa suara yang kencang atau tiba-tiba melihat sesuatu yang tak
terduga. Orang yang menderita latah tidak bisa mengendalikan dirinya sendiri
saat latah sehingga respon yang muncul tidak terduga.
Bersepeda, bertaman hias, adalah
kegiatan sampingan bagi orang yang latah yang terencana. Ikut-ikutan. Meniru
orang lain. Dalam bahas psikologi dikenal dengan nama Herd Mentality.
Perilaku berkerumun yang sering kita jumpai sudah jamak dilakukan oleh orang
suka ikut-ikutan, tanpa mengetahui persis persoalan intinya. Meramaikan
bersepeda atau ikut berpartisipasi dengan bertanam pohon hias tanpa panggilan
jiwa, adalah salah satu contoh perilaku Herd Behavior (perilaku
kerumunan).
Sudah menjadi kebiasaan, bila beberapa guru lebih suka memberikan soal dalam bentuk pilihan ganda. Selain mudah cara mengoreksi, soalnyapun hanya copas. Mungkin soal-soal tahun lalu, mungkin mendapatkannya dari teman, atau sekedar browshing di internet.
Beberapa
ahli Pendidikan, tidak bosan-bosannya mengingatkan agar guru memberikan ruang
kepada siswa untuk berpendapat. Angka delapan, bukan hanya empat ditambah
empat. Delapan dapat diperoleh dari tujuh ditambah satu, atau sepuluh kurangi
dua, ataupun enampuluh empat dibagi delapan.
Di beberapa pelatihan,
pemelajaran di kelas seyogyanya memiliki proses yang berbeda-beda sesuai dengan
karakter anak. Hindari perilaku meniru orang lain, bila fakta berbicara.
Mengurangi kebiasaan memberikan evaluasi yang jawabannya tunggal. Berikan ruang
kepada anak untuk menyampaikan argument.
Herd Mentality atau Herd Behavior dapat
dipupuk bila memiliki tujuan baik, misalnya menanam kebiasaan disiplin
mengerjakan tugas tepat waktu karena orang lain melakukan hal yang sama. Meniru
orang lain dalam hal efisiensi penggunaan listrik, karena teman-temannya
melakukan hal yang sama, sesaat setelah menggunakan ruang kelas.
Sumber bacaan:
https://www.siloamhospitals.com/informasi-siloam/artikel/apa-itu-latah
Posting Komentar untuk "Latah"