Perang Salib (1)

Kalau ditanya, sejak kapan pernag salib terjadi? Banyak yang menjawab mulai akhir abad ke-5. Konflik yang panjang itu, dan tentu juga menimbulkan korban yang tidak sedikit, justru dimulai sejak Islam muncul di jazirah Arab. Ada juga sebab yang lain sehingga menimbulkan luka sejarah yang tidak mungkin terhapus. Berikut ini catatan kecil yang menjadi tinta hitam dalam sejarah manusia lantaran harta, tahta, dan wanita. 

Manisnya Kekuasaan

Sejak Rasulullah Muhammad SAW membentuk komunitas baru yang disebut Islam, bukan hanya suku-suku disekitarnya menjadi khawatir akan eksistensi warganya. Kepala suku was-was akan hilang pengaruhnya. Daerah kekuasaannya menjadi terusik. Namun kerajaan besar yang jauh dari jazirah Arab (seperti Kekaisaran Byzantium dan Spanyol) turut cemas. Militer Byzantium merasakan ancaman Islam yang datang dari selatan.

Semasa kepemimpinan Khulafaurrasyidin, tidak sedikit kerajaan-kerajaan, terutama di wilayah Asia dan sebagian daratan Afrika berhasil melepaskan diri dari kekuasaan Byzantium. Karenanya, kekuatan sisa-sisa kekuatan militernya Byzantium mencoba melakukan perlawanan dengan dalih merebut kembali, baik dari daratan maupun lautan menemui kegagalan. Ini terjadi ketika Bani Umayyah (Muawwiyah bin Abu Sufyan) mulai berkuasa.

Namun demikian, bukan berarti tertancapnya Bani Umayyah selalu berkibar. Ada masanya meredup seiring dengan melemahnya kekuatan militernya. Bani Umayyah merdup, muncul Bani Abasiyyah (Abdullah as Syaffah bin Ali bin Abdullah bin al Abbas). Berbeda dengan Bani Umayyah, Bani Abbasiyah memiliki legiun yang lemah. Beruntung muncul bangsa Seljuk (alp Arslan), yang dengan gagah berani menumpas tulang punggung kekuatan Byzantium dalam pertempuran Manzikert pada tahun 463 H.

Bagaimana suasana Andalusia? Saat serdadu Umayyah mulai melemah di wilayah Spanyol, karena berbagai macam konflik internal, prajurit Spanyol datang tepat waktu. Mereka berhasil menguasai daerah-daerah di Andalusia. Mereka berhasil menghapus peradaban Islam. Dikala Islam tertawan, datang pasukan dari Maroko Murabithun dan Muwahiddun. Angkatan bersenjata ini melakukan kontak dengan pasukan Kristen, dan berhasil memukul mundur. Akhirnya Andalusia terselamatkan.

Pada partisi lain, gerakan salib turut menghidupkan perang salib. Gerakan salib adalah reaksi Kristen terhadap Islam. Gerakan ini berkembang selama berabad-abad yang berasal dari Eropa Barat. Mereka menyerbu wilayah-wilayah seperti Suriah, Irak, Anatolia Mesir dan Tunisia. Tujuannya menghapus jejak umat Islam dan merebut Baitul Maqdis. Organisasi ini sejalan dengan menjamurnya gerakan intelektual di Eropa. (bersambung)

Sumber bacaan: “Akar Sejarah Perang Salib” karya Prof. Dr. Ali Muhammad Ash Shallabi. 

Posting Komentar untuk "Perang Salib (1)"