Kalau
ditanya, sejak kapan pernag salib terjadi? Banyak yang menjawab mulai akhir
abad ke-5. Konflik yang panjang itu, dan tentu juga menimbulkan korban yang
tidak sedikit, justru dimulai sejak Islam muncul di jazirah Arab. Ada juga
sebab yang lain sehingga menimbulkan luka sejarah yang tidak mungkin terhapus.
Berikut ini catatan kecil yang menjadi tinta hitam dalam sejarah manusia
lantaran harta, tahta, dan wanita.
Manisnya
Kekuasaan
Sejak
Rasulullah Muhammad SAW membentuk komunitas baru yang disebut Islam, bukan
hanya suku-suku disekitarnya menjadi khawatir akan eksistensi warganya. Kepala
suku was-was akan hilang pengaruhnya. Daerah kekuasaannya menjadi terusik.
Namun kerajaan besar yang jauh dari jazirah Arab (seperti Kekaisaran Byzantium
dan Spanyol) turut cemas. Militer Byzantium merasakan ancaman Islam yang datang
dari selatan.
Semasa
kepemimpinan Khulafaurrasyidin, tidak sedikit kerajaan-kerajaan,
terutama di wilayah Asia dan sebagian daratan Afrika berhasil melepaskan diri
dari kekuasaan Byzantium. Karenanya, kekuatan sisa-sisa kekuatan militernya
Byzantium mencoba melakukan perlawanan dengan dalih merebut kembali, baik dari
daratan maupun lautan menemui kegagalan. Ini terjadi ketika Bani Umayyah (Muawwiyah
bin Abu Sufyan) mulai berkuasa.
Namun
demikian, bukan berarti tertancapnya Bani Umayyah selalu berkibar. Ada masanya
meredup seiring dengan melemahnya kekuatan militernya. Bani Umayyah merdup,
muncul Bani Abasiyyah (Abdullah as Syaffah bin Ali bin Abdullah bin al Abbas).
Berbeda dengan Bani Umayyah, Bani Abbasiyah memiliki legiun yang lemah.
Beruntung muncul bangsa Seljuk (alp Arslan), yang dengan gagah berani
menumpas tulang punggung kekuatan Byzantium dalam pertempuran Manzikert pada
tahun 463 H.
Bagaimana
suasana Andalusia? Saat serdadu Umayyah mulai melemah di wilayah Spanyol,
karena berbagai macam konflik internal, prajurit Spanyol datang tepat waktu.
Mereka berhasil menguasai daerah-daerah di Andalusia. Mereka berhasil menghapus
peradaban Islam. Dikala Islam tertawan, datang pasukan dari Maroko Murabithun
dan Muwahiddun. Angkatan bersenjata ini melakukan kontak dengan pasukan
Kristen, dan berhasil memukul mundur. Akhirnya Andalusia terselamatkan.
Pada
partisi lain, gerakan salib turut menghidupkan perang salib. Gerakan salib
adalah reaksi Kristen terhadap Islam. Gerakan ini berkembang selama
berabad-abad yang berasal dari Eropa Barat. Mereka menyerbu wilayah-wilayah
seperti Suriah, Irak, Anatolia Mesir dan Tunisia. Tujuannya menghapus jejak
umat Islam dan merebut Baitul Maqdis. Organisasi ini sejalan dengan menjamurnya
gerakan intelektual di Eropa. (bersambung)
Sumber bacaan: “Akar Sejarah Perang Salib” karya Prof. Dr. Ali Muhammad Ash Shallabi.
Posting Komentar untuk "Perang Salib (1)"