Ahimsa

Ahimsa dipopulerkan oleh Mahatma Gandhi lewat perjuangannya melawan kolonial Inggris. Ahimsa memiliki makna berjiwa besar. Mohandas Karamchand Gandhi, demikian nama lengkapnya dari Mahatma Gandhi memperkenalkan empat ajaran Hindu untuk melawan Kerajaan Inggris. 

Keempat ajaran tersebut adalah: ahimsa yang artinya tidak membunuh. kata ini sebenarnya berasal dari dari ‘hims’ yang artinya membunuh. Dalam bahasa sanskerta diberi a, sebagai negasi. Sehingga ahimsa menjadi keinginan untuk tidak membunuh. Ajaran kedua, hantal yang berarti pemogokan. Ketiga, swadeshi berarti negara. dan yang terakhir Satyagraha artrinya kekuatan – kebenaran. Ajaran-ajaran tersebut ternyata sangat manjur dalam mengusir penjajah tanpa kekerasan.      

Gerakan moral ala Mahatma Gandhi vis a vis dengan kekerasan, diskriminan terhadap keadilan sosial, telah teruji terutama di India sekitar awal tahun 1900. Gandhi juga melempar gagasan revolusioner Satyagraha yang berarti bertumpu pada kebenaran Tuhan. Caranya dengan tindakan tanpa kekerasan. 

Ahimsa bukan untuk membiarkan kekerasan, namun isme ini mengutamakan perkataan dan pikiran. Ahimsa bukanlah sekedar tindakan pasif, tetapi mendorong orang-orang yang jahat agar menjadi baik. Bukan membiarkan merajalelanya kekerasan, namun secara berkesinambungan meredam kezaliman melalui cara-cara humanis dan manusiawi.

Semua ajakan Gandhi bertumpu pada nir kekerasan. Semua itu akibat peristiwa beliau yang sangat membekas. Umur 24 Tahun, Gandhi sudah menjadi pengacara di Afrika Selatan. Di Negara ini diskriminan terhadap warna kulit sangat mencolok. Kejadian demi kejadian yang menafikan jati diri manusia, semakin mempertebal tekad, bahwa untuk melawan kesewenangan harus dilakukan dengan kelembutan hati.