Air Mata

Air mata dapat berkolerasi dengan kegirangan, kesedihan, terharu, takjub dan kesehatan. Air mata dapat pula mewakili kondisi jasmani dan rohani. Bahkan Air mata dapat merespon kelelahan, sehingga air mata bukan hanya berkontaksi pada saat menangis.

Mungkin, kita hanya mengetahui bahwa air mata hanya berisi air belaka. Sejatinya, air mata tersusun dari beberapa lapisan. Lembaran terluar mengandung minyak supaya tidak menguap dan membantu menghaluskan agar mata dapat melihat lebih jelas.

Tumpukan kedua, berupa air berfungsi untuk menjaga kelembaban mata, mencegah paparan bakteri dan memberikan perlindungan pada kornea. Lapisan ketiga, mucus atau lendir, bermafaat agar semua susunan lainnya melekat pada mata.

Secara fisik, fungsi air mata antara lain: membersihkan mata dari kotoran atau debu, memberi perlindungan pada mata dari infeksi bakteri. Saat mata terkena bakteri, mata akan memproduksi air secara terus menerus tanpa henti atau continuous tears. Lisozim merupakan enzim yang terdapat pada mata air yang berguna untuk melindungi mata agar tetap bersih. Enzim ini memiliki sifat antimikroba yang begitu kuat.

Air mata dapat pula mencegah stress. Air mata juga sangat sensitif terhadap rasa kesedihan. Air mata emosional mengandung adrenokortikopropik. Mudahnya menangis karena stress dapat mengeluarkan senyawa dari tubuh, sehingga akan terasa nyawan setelahnya.

Air mata dan tangisan tidak terpisahkan. Apapun perasaanmu, air mata siap untuk membantu memanifestasikan. Menurut Ibnul Qayyim, menangis dapat terjadi lantaran: kasih sayang, takut dan khawatir, cinta dan rindu, gembira dan bahagia, terkejut, sedih, lemah atau tidak mampu, kemunafikan, solidaritas.