Aliran-aliran dalam Islam (2)

Ramadhan 1443 H – Hari Keduapuluhempat

Doktrin-doktrin dari aliran Khawarij  antara lain :

  • Khalifah atau Imam harus dipilih secara bebas oleh seluruh umat Islam
  • Khalifah tidak harus berasal dari keturunan Arab. Setiap muslim berhak menjadi khalifah apabila sudah memenuhi syarat
  • Khalifah dipilih secara permanen selama yang bersangkutan masih bersikap adil dan menjalankan syariat Islam.
  • Khalifah sebelum Ali (Abu Bakar, Umar dan Utsman) adalah sah, tetapi pada tahun ketujuh dari masa kekhalifahannya, Utsman dianggap telah melenceng.
  • Khalifah Ali adalah sah tetapi setelah terjadi perundingan, dianggap telah menyeleweng

Murji’ah

Ada sebuah hukum fisika “Bila ada aksi, maka pasti ada reaksi”. Hukum fisika ini berlaku juga untuk ilmu-ilmu sosial, utamanya kemasyarakatan. Sepeninggal Utsman bin Affan, umat Islam saat itu terbagi menjadi 3 kelompok besar. Pengikut Ali bin Abi Thalib, Kelompok Mu’tazilah dan Muawiyah. Ketiga kelompok ini mengaklaim dirinya sendiri sebagai aliran yang paling benar. Karena masyarakat tidak mengindahkan ketiga kelom po tersebut, maka muncul lagi aliran Murji’ah. Kata Murji’ah terambil dari kata irja atau arja’a yang berarti penundaan, penangguhan dan pengharapan.

Gagasan yang dikibarkan Murji’ah adalah menjamin persatuan dan kesatuan umat umat Islam, Ketika terjadi pertikaian politik dengan tujuan untuk menghindari sektarian. Ada pula yang mengatakan bahwa lahirnya Murji’ah disebabkan karena cucu dari Ali bin Abi Thalib, yaitu Al Hasan bin Muhammad al Hanafiyah menulis sebuah surat yang dianggap sebagai sikap politik. Petikannya “Kita mengakui Abu Bakar dan Umar, tetapi menangguhkan keputusan atas persoalan yang terjadi pada konflik sipil pertama yang melibatkan Utsman, Ali dan Zubayr (seorang tokoh pembelot ke Mekah).

Pokok ajaran dari Murji’ah adalah netral, yang diekspresikan dalam bentuk diam. Adapun ajaran lain yang dapat dikaji antara lain :

  • Menagguhkan Ali sebagai khalifah yang keempat
  • Memberi harapan terhadap orang Muslim yang berbuat dosa besar, seraya mengharapkan ampunan dari Allah SWT
  • Meletakkan iman dari pada amal (bersambung …..)

Bahan bacaan : Ilmu Kalam karya Prof. Dr. Abdul Razak, M.Ag dan Prof. Dr. Rosihon Anwar, M. Ag.