Aliran-aliran dalam Islam (3)

Ramadhan 1443 H – Hari Keduapuluhlima

Jabariyah

Kata Jabariyah berasal dari kata jabara yang berarti memaksa. Faham ini pertama kali diperkenalkan oleh Ja’d bin Dirham. Ada sebuah teori mengapa aliran ini muncul di lingkungan jazirah arab. Perlu dikatahui bahwa kehidupan bangsa Arab dikelilingi oleh gurun pasir. Penduduk kurang bebas untuk mengeksploitasi alam, karena keterbatasan sumber daya alam yang terbatas. Untuk keluar dari lingkungannya saja sangat sulit, apalagi harus berkelana. Situasi yang demikian itu menyebabkan mereka sangat tergantung dari alam seputar dan lemah dalam menghadapi kesulitan kehidupan.

Aliran al-Jabar, sebenarnya telah muncul sejak awal periode Islam. Namun secara pola pikir ideologi dan Gerakan, baru terjadi pada masa Daulah Bani Umayah. Mereka mengembangkan pemikiran ini karena merujuk pada ayat-ayat al-Qur’an tertentu, yang menekankan bahwa Allah penentu segalanya. Manusia hanya pasrah pada ketentuan Allah. Ternyata, setelah ditelusuri lebih lanjut, penganut aliran ini masih ada hingga sekarang. Ajaran yang yang ditekankan terutama :

  • Manusia tidak mampu untuk berbuat apa-apa.
  • Surga dan neraka tidak kekal

Pandangan Jabariyah ini tentu sudah mengalami perkembangan dengan berbagai macam versinya. Ada kelompok yang ekstrim, ada pula kelompo yang moderat. Berkembang sesuai dengan perubahan jaman.

Qadariyah

Berasal dari bahas arab yaitu qadara yang artinya kemampuan dan kekuatan. Secara umum aliran Qadariyah adalah aliran yang percaya bahwa segala tindakan manusia tidak diintervensi oleh Tuhan. Lebih spesifik lagi, tiap manusia adalah pencipta bagi segala perbuatannya. Ia akan berbuat sesatu atau meninggalkannya, atas kehendak pribadi.

Menurut sejarah, aliran Qadariyah berasal dari orang Irak Kristen yang masuk Islam, tapi kembali ke Kristen lagi. Asal-usul ini ditentang oleh kelompok lain. Katanya, agar orang tidak tertarik dengan ajaran Qadariyah.

Kehidupan di Jazirah Arab, saat itu masih sangat sederhana. Dan jauh dari pengetahuan. Mereka selalu terpaksa mengalah kepada keganasan alam, panas yang menyengat. Mereka merasa dirinya lemah dan tak mampu menghadapi keslitan yang timbul akibat alam. Karena itu, Ketika Qadariyah berkembang, mereka tidak mau menerima. Faham ini dianggap bertentangan dengan doktrin Islam.

Sebab lain, karena pemerintahan saat itu menganggap bahwa aliran ini yang menyebarkan faham dinamis dan daya kritis rakyat. Pada akhirnya nanti, akan mengkritik pemerintahan. Mereka akan menentang kebijakan pemerintah.

Bahan bacaan : Ilmu Kalam karya Prof. Dr. Abdul Razak, M.Ag dan Prof. Dr. Rosihon Anwar, M. Ag.