Bercermin pada IBM

IBM (International Business Machine) adalah sebuah perusahaan yang bergerak di bidang perangkat keras dan perangkat lunak komputer. Didirikan pada tanggal 16 Juni 1911. Sekarang IBM tak berjejak karena tidak sigap terhadap situasi lingkungan. Kompetitor lebih gesit membaca perubahan.

Pada mulanya, saat awal berdiri di tahun 1890 adalah sebuah perkumpulan yang menggarap sensus penduduk Amerika. Perusahaan ini terus bergulir sesuai misinya. Pada tahun 1942, Thomas J Watson mengganti Computing Tabulation Recording Company menjadi International Business Machine Corporation yang belakangan lebih dikenal dengan nama IBM.

Perusahaan tersebut ternyata maju cepat seiring dengan perkembangan Sumber Daya Manusia (SDM) yang terkait dengan manajemen, pemberdayaan SDM dan sekolah manajemen. IBM adalah idaman bagi kandidat pekerja terbaik. Saat itu, bila ada seorang yang memakai baju putih dan celana biru tua, hampir pasti keluarga besar IBM.

IBM semakin berkibar setelah menciptakan mesin ketik elektronik. Mesin ketik ini ibarat mukjizat pada waktu perang dunia kedua. Bukan hanya mesin ketik, peralatan perang, dan parangkat pendukungnya menjadi tulang punggung bagi militer Amerika Serikat.

Setelah perang dunia kedua berakhir, perusahaan mengahadapi persoalan yang besar, karena belanja militer berkurang hingga separonya. Sehingga IBM mengalami kebingungan. Melanjutkan bisnis seperti sedia kala atau putar haluan mengembangkan bisnis yang lain. Perkembangan teknologi informasi saat itu berkembang sangat pesat terutama pada basis komputer, seperti magnetic, disk drive dan programming.

Perusahaan berpindah tangan ke Thomas J. Watson Jr, anaknya. Beliau mengendalikan dan memilih keputusan yang tepat. Kereta telah mengangkut teknologi komputer. Teknologi ini mengendalikan pangsa pasar hingga 70% di Amerika. Seputar tahun 1964 an, IBM menjadi salah satu perusahaan yang dikagumi di seluruh dunia. Pembaca pasti ingat program Disk Operating System (DOS), Word Star atau Lotus 1-2-3. Inilah piranti yang menjadikan dunia semakin dinamis.

Karena tidak ada pesaing yang berani mendekati, jadilah IBM melenggang sendiri. IBM seperti dinosaurus menapaki setiap lajur jalan. Seekor raksasa besar tinggi menjulang ke atas jalan sendirian. Ia tidak melihat seekor kelinci menyelinap dan lari kencang. Ia juga tidak melihat kijang berlari lewat jalan lain. Sang raksasa masih asik dengan kedigdayaannya, yang berjalan makin terseok-seok.

Di sebuah padang yang luas, sang raksasa hanya termangu. Ia memandang kelinci dan kijang tengah berpacu dengan hewan lain menangkap sinar mentari pagi hari. Sementara dinosaurus masih terbaring dan baru membuka matanya. Sang dinosaurus menjadi gagap. Semua tumbuhan dan bahan makanan lain telah habis tak bersisa. Sementara kelinci, kijang dan lain-lain semakin gemuk.

Setiap pagi, saat bangun tidur, dinosaurus melihat cahaya matahari semakin berwarna. Suatu pagi berwarna kemerahan, tidak menguning seperti hari-hari biasanya. Di pagi yang lain, warnanya menjadi biru, pekan berikutnya pink. Usut punya usut, ternyata hewan kecil tengah bermain Pelangi, dan sang raksasa terlihat semakin pucat.

Renald Kasali, pendiri Rumah Perubahan, selalu mengingatkan, hati-hati terhadap masa disrupsi. Semua orang dapat memainkan apa saja. Perusahaan kecil atau pribadi tiba-tiba dapat mengeruk keuntungan yang demikian besar. Sementara yang berskala besar malah ada yang harus gulung tikar. Semua itu karena perubahan yang masuk dalam ruang disrupsi.

Terinspirasi dari buku “Raksasa Mati Gaya” karya Agung Adiprasetyo.