Empat macam Krisis yang Melanda Dunia (1)

Biasanya, satu krisis dengan krisis yang lain memiliki rentang waktu yang cukup lama. Karena krisis dapat disembuhkan dengan daya dan upaya yang cukup serius dan memerlukan ongkos yang tidak sedikit. Di negara-negara tertentu, krisis bahkan menimbulkan chaos.

Krisis merupakan peristiwa yang sedang terjadi dan mengarah pada situasi tidak stabil dan berbahaya. Krisis dapat mempengaruhi individu, kelompok, komunitas, atau seluruh masyarakat. Obyeknya dapat berdampak pada suatu daerah, negara atau bahkan dunia.

Pada umumnya, krisis yang muncul di masyarakat adalah krisis ekonomi. Krisis ini berhubungan langsung dengan rakyat. Krisis ekonomi dapat memicu terjadinya gejolak system, seperti keamanan, ketidak percayaan pada pimpinan, dan saling curiga.

Penyebab terjadinya krisis bisa bermacam-macam. Mulai dari kondisi politik, kebijakan pemerintah, kesehatan, sosial ekonomi bahkan bisa juga budaya. Krisis yang terjadi pada tahun 1998, merupakan krisis paling luka yang dirasakan oleh rakyat Indonesia. Tak heran, bila mantan Presiden Soeharto bisa jatuh karena faktor krisis moneter, dan semakin menipisnya faktor kepercayaan kepada beliau.

Saat ini, hampir tidak ada negara yang berdiri sendiri tanpa sandaran dengan negara lain. Baik negara yang saling bertetangga, maupun negara yang tergabung dalam persekutuan. Penyebabnya tidak lain adalah keterbukaan dan saling membutuhkan. Tidak ada negara yang mengucilkan dirinya sendiri, sekalipun Korea Utara.

Adanya hubungan antar negara yang saling terkait dan saling membutuhkan itulah, maka dibutuhkan saling menerima dan memberi. Mereka harus seimbang dalam setiap segi, tanpa mencampuri urusan negara lain.

Indonesia sebagai sebuah negara yang berkedaulatan tak luput dari system dunia saat ini. Negara kita masuk dalam perkumpulan negara Non Blok. Menjadi anggota ASEAN. Bermitra dengan Negara pendonor keuangan. Semuanya memiliki aturan, tata cara, dan terikat satu dengan lainnya. Oleh karenanya, apabila salah satu negara mengalami krisis, tentu berimbas langsung ke negara kita.

Berikut kami sajikan 4 (empat) krisis yang akibatnya bisa dirasakan oleh kita, dan saling berdekatan.

Pertama.

Berawal dari merosotnya harga minyak yang terjadi pada tahun 2008, Amerika Serikat dan eropa mengalami krisis ekonomi. Krisis finansial ini lebih banyak melanda pada sektor perbankan, karena tidak seimbangnya sektor keuangan dengan sektor produksi. Mengapa bisa terjadi? karena adanya praktek monopoli sumber daya ekonomi oleh korporasi besar dari negara maju terhadap negara miskin. Indonesia, yang saat itu masih dikomando oleh Susilo Bambang Yudhoyono dapat berkelit dari derasnya krisis yang melanda di beberapa negara. Tentu dengan imbalan yang tidak sedikit.

Waktupun berjalan merambat dengan segala permasalahannya. Belum lama ini Venezuela dikenal sebagai negara dengan cadangan minyak terbesar di dunia, merasakan permasalahan ekonomi yang kolap. Sekitar bulan Agustus di tahun 2018, negara ini mengalami kehilangan arah dengan anjloknya harga minyak dunia.

Mengapa bisa terjadi? Venezuela termasuk memiliki cadangan minyak terbesar di dunia. Mereka  mengandalkan pemasukan negara dari minyak, sekitar 90 persen. Ketika harga minyak jatuh, ekonomipun turut kelimpungan. Kedua, meskipun memiliki cadangan minyak terbesar, tanpa keahlian, maka minyak justru menjadi permasalahan yang cukup pelik. Kesalah fahaman dalam mengelola industri minyak ikut memperkeruh perekonomian negara tersebut. Indonesia tentu saja merasakan efeknya. (bersambung)