Huda

Jum’at Berkah

Meskipun manusia telah diangkat sebagai khalifah, penguasa di bumi ini, namun masih tetap harus dibimbing. Hidup ini tidak hanya mengandalkan akal fikiran. Ketajaman hati juga harus selalu diasah, agar jalannya tidak goncang. Hawa nafsu yang selalu mengintai ditengah kelengahan. Diperlukan kewaspadaan agar hati dan fikiran berjalan beriringan dengan setimbang.

Kitab sucinya orang Islam adalah al Qur’an. Nama ini yang paling sering disebutkan. Masih ada beberapa nama lain, selain al Qur’an. Antara lain adalah al Huda atau petunjuk. Nama ini merujuk, bahwa fungsi al Qur’an salah satunya adalah petunjuk kebaikan dan kemunkaran.

Huda berasal dari kata At Tuqa dan As Sura yang berarti petunjuk atau petunjuk yang disertai dengan kelemahlembutan. Al Huda juga merupakan petunjuk Allah sebagai hidayah Takwiniyah yang terkait dengan penciptaan, dan Tasyri’iyah yang berhubungan dengan urusan syariat.

Al Qur’an merupakan mukjizat dari Allah yang diberikan kepada Nabi Muhammad SAW untuk dijadikan pedoman dan petunjuk. Ibnu Katsir menyebutkan bahwa Al Qur’an sebagai petunjuk bagi hamba-Nya yang beriman, mempercayai dan meyakini kebenaran Al Qur’an. Keyakinan yang kuat akan melahirkan kepercayaan kepada hambanya, mana yang hak dan batil, benar dan salah dengan tidak ragu-ragu.

Sebagai orang yang beriman, maka wajib untuk mengetahui kandungan al Qur’an. Setahap demi setahap. Belajar kepada yang ahli. Belajar kepada ulama yang lebih memahami makna yang tersurat maupun tersirat. Tanpanya, kita kesulitan untuk dapat mengetahui kandungannya, apalagi sampai pada tahap menerapkan dan mengikuti al Qur’an.

Al Huda diibaratkan sebagai pancaindera yang sangat lengkap. Karena dapat menuntun pandangan hidup manusia. Al-Quran dapat mengantar manusia ke jalan yang benar dengan kelengkapan yang dimilikinya. Manusia mendapatkan Al-Quran adalah orang-orang yang buta yang tidak dapat memilih mana jalan yang benar.

Al-Huda menjadi panduan, pedoman, arahan, dan kompas bagi manusia yang hidup di dunia. Tempat yang sangat luas ini sebagai ajang untuk mengais ruhani yang berbentuk keimanan, sebagai bekal menuju Jannah. Orang yang tidak memiliki panduan dan kompas, dapat dipastikan tidak dapat sampai tujuan dengan benar.