Istidraj (2)

Ramadhan 1443 H – Hari Ketigapuluh

“Dalam kemaksiatan kepada-Nya, maka (ketahuilah) bahwa hal itu adalah istidraj (jebakan berupa nikmat yang disegerakan) dari Allah.”

(HR. Ahmad)

Cara termudah untuk membedakan kesenangan yang datangnya dari kemurahan Allah dengan istidraj adalah ketakwaan. Jika orang tersebut taat dalam beribadah, bisa jadi nikmat yang diterima adalah kemurahan Allah. Begitupun sebaliknya, apabila orang tersebut lalai dalam ibadah bisa jadi itu merupakan istidraj.

Tanda utama dari istidraj adalah ketika seseorang terus dibiarkan berbuat dosa tetapi terus diberikan kenikmatan oleh Allah SWT. Oleh karenanya, Ketika merasa sudah banyak berbuat maksiat, tapi Allah tak menimpakan sengsara, hati-hati.

Hikmah apa yang dapat dipetik dari istidraj.

Pertama, gunakan waktu untuk bertaubat. Allah masih memberikan kesempatan kepada umat-Nya untuk melakukan taubat. Ini merupakan rahmat Allah kepada mereka sehingga Allah masih memberi mereka waktu dan menangguhkan mereka serta menimpakan berbagai bencana dan kesempitan kepada mereka agar mereka sadar kembali.

Kedua, menambah tabungan dosa. Hikmah kedua, ditujukan kepada orang-orang kafir dan para pendosa adalah agar mereka bertambah dosa dan kejahatannya. Allah memberikan penundaan waktu kepada orang-orang kafir dan memberi tangguh kepada mereka sebagai bentuk istidraj, sehingga dosa mereka menggunung.

Ketiga, Menambah kesesatan. Ditujukan kepada orang-orang kafir dan para pendosa adalah untuk menambah kesesatan dan penyimpangan mereka. Ini merupakan hukuman untuk mereka karena penyimpangan dan penyelewengan mereka dan akibat pilihan mereka terhadap jalan kesesatan dan menapakinya.

  • Oleh karenanya hati-hatilah pada keadaan sebagai berikut :
  • Rezeki berlipat-lipat, padahal tidak pernah bersedekah.
  • Rezeki berlipat-lipat, padahal jarang sholat
  • Dikagumi dan dihormati, padahal akhlak tidak baik
  • Diikuti, diteladani dan diidolakan, padahal riya’ atau pamer
  • Tidak pernah diberikan musibah, padahal sombong dan meremehkan orang lain
  • Anak-anaknya sehat dan cerdas, padahal diberi makan tidak halal
  • Karirnya terus menanjak, padahal hak orang lain yang diinjak-injak.