Istilah-istilah dalam Kurikulum Merdeka

Capaian Pembelajaran (CP) merupakan pengganti dari Kompetensi Inti (KI) dan Kompetensi Dasar (KD) yang ada dalam kurikulum 2013. . Pengganti dari KI dan KD dalam kurikulum 2013. CP mengintegrasikan segi pengetahuan, ketrampilan dan sikap sebagai satu kesatuan proses yang berkelanjutan dan berkesinambungan. Sehingga dapat membangun kompetensi yang utuh. Dalam penulisan format CP tidak ada lagi pemisahan antara segi pengetahuan, ketrampilan dan sikap, tetapi penggabungan dan pengintegrasian dalam satu paragraf utuh.

Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) merupakan kelanjutan dari Capaian Pembelajaran (CP). Alur Tujuan Pembelajaran adalah rangkaian tujuan pembelajaran yang tersusun secara sistematis dan logis, menurut urutan pembelajaran sejak awal hingga akhir suatu fase. Alur tujuan pembelajaran (ATP) memiliki fungsi yang sama dengan silabus pada kurikulum 2013. ATP juga untuk memandu guru dan siswa dalam mencapai CP di akhir setiap fase. Tujuan pembelajaran melalui CP memuat tiga aspek, antara lain: kompetensi, konten dan variasi.

Modul Ajar atau RPP Plus. Modul ajar ini selayaknya  seperti Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), tetapi dilengkapi dengan berbagai materi pembelajaran, lembar aktivitas siswa, dan asesmen untuk mengecek apakah tujuan pembelajaran dicapai siswa.

Ada dua model modul ajar, yaitu Modul Ajar Umum untuk proses pembelajaran yang diwajibkan untuk semua guru mapel dan Modul Ajar Khusus Projek Profil Pelajar Pancasila yang dikhususkan untuk mengembangkan projek Profil Pelajar Pancasila.

Selain itu, ada empat istilah baru dalam Modul Ajar Umum dalam Kurikulum Merdeka, antara lain: Pertama, Pemahaman permakna artinya informasi tentang manfaat yang akan diperoleh peserta didik setelah mengikuti proses pembelajaran.

Kedua, Pertanyaan pemantik yang dibuat oleh guru sebagai motivasi rasa ingin tahu dan kemampuan berpikir kritis. Ketiga, Refleksi peserta didik dan guru dilakukan untuk melihat Kembali proses pembelajaran yang telah dilakukan secara lebih terinci. Keempat, Glosarium merupakan kumpulan istilah dalam suatu bidang secara alfabetik yang dilengkapi dengan definisi dan artinya. Glosarium ini diperlukan untuk kata atau istilah yang memerlukan penjelasan lebih dalam.

Profil Pelajar Pancasila, adalah profil lulusan yang bertujuan menunjukkan karakter dan kompetensi yang diharapkan menguatkan nilai-nilai Pancasila bagi peserat didik dan pemangku kepentingan. Dalam kurikulum 2013 sering dikenal dengan istilah Penguatan Pendidikan Karakter (PPK). Ada enam dimensi yang hendak diraih: (1) Beriman, Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan Berakhlak Mulia, (2) Berkebinekaan Global, (3) Mandiri, (4) Bergotong royong, (5) Bernalar kritis, dan (6) Kreatif.

Teaching at the Right Level (TaRL) adalah sebuah pendekatan belajar yang mengacu pada tingkatan capaian atau kemampuan peserta didik. Tidak mengacu pada tingkat kelas, melainkan mengacu pada tingkat kemampuan siswa. Inilah yang menjadikan TaRL berbeda dari pendekatan biasanya. TaRL dapat menjadi jawaban dari persoalan kesenjangan pemahaman yang selama ini terjadi dalam kelas.

Kurikulum Operasional di Satuan Pendidikan atau yang disingkat KOSP ini adalah nama lain dari Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). KSOP memuat seluruh rencana proses belajar yang diselenggarakan di satuan Pendidikan. KSOP difungsikan sebagai pedoman seluruh penyelenggaraan pembelajaran. Dalam proses penyusunannya, KOSP perlu menjadi dokumen yang hidup; menjadi referensi dalam keseharian, direfleksikan, dan terus dikembangkan.

Penyusunan dokumen kurikulum operasional sekolah dari awal, hendaknya dimulai dengan memahami secara utuh kerangka dasar kurikulum yang ditetapkan oleh Pemerintah, antara lain Tujuan Pendidikan Nasional, Profil Pelajar Pancasila, SNP, Struktur Kurikulum, Prinsip Pembelajaran dan Asesmen, serta Capaian Pembelajaran. Bagi yang sudah memiliki dokumen kurikulum operasional satuan pendidikan, dapat langsung melakukan peninjauan dan revisi.

Leave a Reply

Your email address will not be published.