Istirahat atau Tidur

Ramadhan 1443 H – Hari Kelima

“Apabila beliau pergi ek tempat tidurnya, beliau meletakkan tangan kanannya di bawah pipinta….” HR Ahmad

Tidur atau istirahat diperlukan oleh tubuh sebagai bagian dari relaksasi. Anggota tubuhpun perlu istirahat agar badan terjaga dari rasa kelelahan. Istirahat yang cukup akan mengumpulkan energi untuk beraktivitas kembali. Orang modern, konon, tidak dapat tidur nyenyak karena gangguan konsentrasi. Target yang belum tercapai, pengalaman pahit saat bekerja, atau terlalu sering menggunakan gadget yang membuat mata sulit terpejam.

Tidur adalah kegiatan yang penting untuk kesehatan. Tidur yang cukup dapat membantu mengontrol nafsu makan dan berat badan. Lebih dari 35% orang dewasa memiliki waktu tidur kurang dari 7 jam ketika malam. Orang yang tidak memiliki waktu tidur yang berkualitas memiliki resiko untuk masalah kesehatan seperti kanker dan akan mengalami penurunan kualitas hidup.

Tidur mendapatkan tempat yang mulia, terutama pada bulan Ramadhan. Seseorang yang sedang tidur, padahal dia sedang melaksanakan puasa, maka tidurnya dinilai ibadah. Namun, bukan berarti melakukan tidur sepanjang hari. Puasanya tetap sah, tapi nilai ibadahnya rendah.

Beristirahat, sangat disarankan untuk memulihkan jiwa dan raga. Istirahat dapat menyegarkan kembali pikiran dan suasana hati, sehingga akan lebih siap melanjutkan kembali kegiatannya. Orang yang kurang istirahat cenderung lebih sulit melakukan aktivitas secara mandiri dan membutuhkan waktu lebih lama untuk menyelesaikan tugas.

Rasulullah Muhammad saw juga beristirahat. Ada beberapa perilaku beliau saat sedang tidur. Pertama, tidur pada sisi sebelah kanan dan meletakkan pipi di atas tangan kanan. Tidur seperti ini berfaedah : bangunnya lebih cepat, jantung tergantung kearah kanan sehingga tidak merasa berat sewaktu tidur.

Kedua, sebelum tidur lebih baik melakukan wudlu. Tujuannya supaya dia tidur dalam keadaan suci. Mimpinya lebih tepat, dan jauh dari permainan setan terhadap dirinya, serta terhindar dari setan yang menakut-nakuti.

Ketiga, mengunci pintu dan mematikan lampu. Alasan utamanya adalah keamanan. Orang yang sedang istirahat sebenarnya dalam kondisi setengah sadar. Hanya bagian tertentu saja yang terus bergerak tanpa dikomando. Dalam keadaan istirahat, orang tidak cukup mampu untuk mengenali lingkungannya. Oleh karenanya, menutup pintu adalah upaya untuk menjaga harta miliknya.

Keempat, Berdoa. Doa akan tidur, adalah doa yang paling dihafal setelah doa makan. Anak kecil mungkin cukup membaca do aitu. Namun bagi yang sudah baligh dan dewasa, sebenarnya perlu membaca doa atau membaca al Qur’an. Rasulullah, sering membaca surat an Naas, al Alaq dan al Ikhlas, setelah membaca doa akan tidur.