Jangan Takut Matematika

Jikalau ada sekelompok anak yang sedang bergerombol, lantas ditanya secara serempak “pelajaran apa yang paling tidak disukai?”. Dapat dipastikan akan menjawab “matematika”. Bila memang tidak menyenangkan, kenapa ada juga yang bisa matematika, bahkan tak sedikit yang gemilang di bidang matematika? Kita interview lagi sekawanan anak tadi, maka yang muncul dari mulut mereka bermacam-macam. Si Doni yang mempunya cita-cita jadi selebritis bertukas “Mereka pinter matematika karena memang dari sananya. Sedang aku gak terlalu respek banget dengan pelajaran itu. Gak mau pusing-pusing ah…..” Banu yang berambut keriting, hobi main gitar malah cengar-cengir aja. Sedang mamat yang ngefans ama Mancester United menjawab “Mereka bisa matematika, kan…. Karena tekun belajar”.

Bukankah kita dilahirkan dalam kondisi yang hampir sama? Tangan dua, kaki dan telinga juga dua. Raga relatif utuh jua. Kita terlahir dari seorang ibu. Kaum hawa. Bukankah sama? Mengapa dalam perjalanan hidup, bertambah umur menuai hasil yang berbeda? Tak salah, bila tiap diri pribadi manusia memiliki bakat dan kemampuan yang tidak seragam. Tiap orang mempunyai tingkat prestasi dalam level yang tidak sejajar. Namun, bukankah matematika merupakan pelajaran yang masuk rumpun wajib? Untuk itu, perlu dikaji ulang cara memperlakukan pelajaran matematika.

Tips berikut akan mengurangi rasa kejenuhan bila memepelajari matematika. Mudah-mudahan bermanfaat.

Kemauan yang kuat

Maragaret Thatcher, yang dijuluki dengan wanita besi memiliki kemauan yang kuat untuk meraih apa yang diinginkan. Sangat tidak lazim seorang wanita duduk di parlemen, terlebih di Inggris dikenal negara yang paling ketat dalam pemilihan anggota parlemen. Dasar punya keinginan yang mengebu-gebu, maka jabatan menteri pendidikan disandangnya saat beliau masih berumur 44 tahun. 10 tahun kemudian jadilah ia orang no 1 di Inggris, berturut-turut 3 kali masa jabatan. Suatu prestasi yang diukir selama 150 tahun umur pemerintahan.

Latihan

Rudi Choiruddin dengan ketrampilannya memainkan alat masak, menjadikannya ia dinobatakan koki top. Vina “burung camar” Panduwinata dengan suaranya yang karakteristik. William “sabun” Colgate. Siapa yang tak kenal ama sabun colgate?, George “camera” eastman, mereka mencapai puncak, karena sering berlatih. Berbagai ragam resep telah diuji cobakan sampai menghasilkan trade mark. Jangan ditanya berapa kali mereka jatuh. Jangan ditanya pula ongkos lahir dan batinnya untuk membayar prestasi.

Catatan kecil

Segala sesuatu pasti ada yang menarik, ada hal-hal kecil yang menyita perhatian. Bisa karena sustu yang baru, bisa pula karena kesulitan untuk mengingatnya. Kalau demikian mengapa gak ditulis aja? Buku kecil jadikan sebagai sahabat karibmu. Kemanapun kau pergi, dia yang akan menyertaimu.

Menghias

Kejenuhan bisa muncul kapan saja, dimana saja. Cobalah menghias meja, kursi, tas, kamar yang kamu jumpai tiap hari. Ciptakan agar selalu aktual, sehingga kamu akan merasa nyaman tuk memakai.