Kerangka Dasar Juz Pertama

Jum’at Berkah

Juz pertama dari al Qur’an dimulai dari surat al Fatihah dan dan surat al Baqarah ayat 1 – 141. Al Baqarah yang berarti sapi betina, diturunkan di Madinah, dalam selang waktu sekitar sepuluh tahun. Mengisahkan tentang Bani Israil dan seekor sapi.

Dokumen yang tertulis dari riwayat tersebut, ada seseorang yang terbunuh dan tidak diketahui siapa yang membunuhnya. Di kalangan Bani Israil timbul saling curiga, saling menuduh. Mereka tidak memperoleh kepastian tanpa ada bukti. Mereka bingung, yang akhirnya mereka meminta bantuan kepada Nabi Musa. Segera Nabi Musa berdoa agar Allah menunjukkan siapa pembunuhnya. Maka Allah memberi jawaban, agar mereka menyembelih seekor sapi. Dari sini, mulailah kisah al Baqarah.

Riwayat Nabi Adam a.s yang diangkat oleh Allah swt menjadi khalifah di muka bumi ini, sekaligus ditentang oleh Iblis. Allah yang telah menyelenggarakan kompetisi di antara makhluk-makhluknya dengan jujur dan adil, dan sudah diketahui siapa yang paling unggul, Iblis tetap tidak menerima kekalahan. Bahkan mengancam kehidupan manusia. Sampai disini, Allah tetap bermurah hati, yaitu mengizinkan Iblis menggoda manusia, kecuali orang yang beriman.

Sejarah kedua, yaitu ketamakan kaum Yahudi. Bangsa Yahudi memang berwatak antipasti dan selalu memusuhi orang beriman, khususnya umat Islam. Perseturuan orang Yahudi dapat ditunjukkan dengan penolakan terhadap ayat-ayat Allah. Selalu ingkar terhadap janji dan persekongkolan jahat untuk melawan kebenaran.

Ketiga, menceriterakan tentang Nabi Ibrahim a.s. dan Nabi Ismail a.s. dalam mendirikan Ka’bah. Menurut sejarawan, ukuran Ka’bah pertama kalinya adalah tinggi 20 meter, Panjang atau lebar 10 meter, dibangun pada tahun 1.500 sebelum masehi. Ka’bah awal mulanya merupakan bangunan suci untuk beribadah. Dalam perjalanan waktu berubah menjadi tempat pemujaan patung. Perilaku ini kemudian diluruskan lagi, dengan menghilangkan patung oleh Nabi dan para pengikutnya.

Keempat, Kisah Nabi Yakub pun ditulis dalam sural al Baqarah. Nasehat beliau kepada anak-anaknya, agar mentauhidkan Allah swt. Keutamaan Nabi Yakub antara lain: Kakek moyang rasul sebelum Nabi Muhammad, Dikaruniai 12 anak yang berpengaruh terhadap peradaban manusia, mampu menafsirkan mimpi Nabi Yusuf, dan semangat untuk berdakwah

Kelima, menceriterakan tentang asal-usul sihir, dan membedakan antara Mukjizat dan sihir. Mukjizat merupakan keajaiban yang diberikan oleh Allah kepada hambanya. Jika Allah berkehendak pasti akan diberikan kepada siapapun tanpa memilah. Sedangkan sihir adalah sesuatu yang dipelajari terlebih dahulu, sehingga mampu ditandingi dan disaingi.

Sumber bacaan :

Tafsir al Misbah karya Prof. DR. M. Quraish Shihab

Sinopsis al Qur’an dalam bentuk pdf