Kutu

Ramadhan 1443 H – Hari Kesebelas

Apa yang ada dibenak pembaca bila membaca kata “kutu”. Menjijikkan bukan? Kutu, atau al Qummal dalam Bahasa Indonesia, dipahami sebagai kelompok Cimex Lectularius (kutu busuk). Ada beberapa macam kutu yang kita kenal antara lain, kutu rambut, kutu badan, kutu daun, kutu air dan lain-lain. Hewan kecil yang tampak menjijikkan itu, ternyata diabadikan dalam al Qur’an, yaitu sebagai salah satu mukjizat Nabi Musa.

Karena kesombongan Firaun, Nabi Musa meminta Allah untuk menghukumnya. Allahpun mengabulkan. Seketika, Sungai Nil meluap dan membanjiri lahan pertanian. Setelah itu kutu keluar dari biji-bijian sehingga tidak dapat digunakan untuk menanam. Tanahnya dimakan belalang sehingga tidak subur. Katak yang jumlahnya banyak, memakan makanan dan perkakas mereka.

Semua makhluk yang diciptakan oleh Allah pasti ada manfaatnya. Termasuk kutu. Meskipun hewannya kecil dan masih dapat dilihat dengan mata kepala, seing menimbulkan penyakit. Kutu dapat diibaratkan sebagai rambu-rambu. Bahwa manusia supaya hati-hati terhadap hewan kecil ini. Utamanya adalah untuk kebersihan dan kesehatan.

Kutu adalah serangga parasitik berukuran kecil yang hidup di bagian tubuh manusia, pakian, atau tempat tidur. Kutu hidup dari menghisap darah manusia, yang mengakibatkan badan gatal-gatal. Hal ini mengingatkan kepada manusia agar senantiasa menjaga kebersihan, terutama yang melekat pada badan kita dan lingkungan. Pola hidup bersih, yang terkena sinar matahari akan menghilangkan kutu.

Manusia mengenal berpakian diperkirakan 70.000 tahun silam. Sedangkan kutu, diperkirakan muncul 770.000 tahun yang lalu. Selisihnya demikian lebar. Sehingga sebenarnya, sebelum manusia mengenal budaya berpakian, kutu telah muncul lebih dini. Sebagaimana teori evolusi, sebelum kutu bertengger di pakian ataupun pada perlengkapan tidur, kutu telah menghuni pohon, buah-buahan ataupun bebatuan. Mereka hidup sesuai dengan inangnya.

Contoh yang realistis adalah kutu yang hidup di pakian. Andai pakian tersebut tidak dipakai dalam waktu tiga hari, maka kutu akan mati. Anak-anak yang mandi disembarang tempat, terutama di air yang keruh, kemungkinan besar akan terserang kutu kelamin atau kutu pubis. Kutu pubis ini biasanya mencengkeram sehelai rambut kemaluan. Dengan cakarnya, ia menancapkan kepala ke kulit dan menghisap darah pada pembuluh darah yang kecil. Akibatnya kulit terasa gatal yang tidak berkesudahan, meskipun sudah digaruk.

Tubuh kutu yang demikian kecil dan terasa sangat menjijikkan memberi ibrah kepada manusia. Dengan menurunkan kutu sebagai azab bagi penduduk Mesir pada pada Nabi Musa, Allah hendak memberi pelajaran yang penting bagi manusia. Budaya mengenakan pakian dan tidur di kasur memberi konskwensi agar manusia waspada terhadap hewan ini, serta memberi pelajaran tentang pola hidup bersih.