Mangli

Michelia adalah salah satu kelompok tumbuhan berbunga anggota suku Magnoliaceae. Kelompok ini menyandang posisi genus. Namun sejak keluarnya hasil kajian molekuler, banyak yang memasukkan sebagai sectio (seksi) dari marga magnolia.

Beberapa spesies merupakan penghasil kayu yang penting, seperti Michelia Montana atau Mangli yang merupakan tumbuhan berkayu dengan tinggi mencapai 30 meter. Toraknya dapat mencapai 100 – 120 cm.

Heyne dalam bukunya Tumbuhan Berguna Indonesai I-IV, disebutkan bahwa pohon ini tersebar di Kawasan hutan bagian barat Indonesia pada ketinggian 500 – 1.500 m dpl.

Batang pohon mangli tegak, bulat lurus, dengan banir-banir kecil. Kayunya cukup keras, kuat dan ringan. Awet dan warnanya coklat kekuningan. Di masa lalu, kayu ini dimanfaatkan untuk bangunan rumah, jembatan, serta peralatan rumah tangga. Untuk Kawasan yang sulit mendapatkan kayu jati di Jawa Timur, kayu Mangli menjadi alternatif cukup bagus

Ada yang menamakan pinus mangle, seperti yang ada di Kawasan lereng pegunungan Andong, Magelang. Menurut sejarah, para kolonialis lah yang membawa bibit pohon Pinus Mangli ke tanah air. Kemudian, dengan berbagai proses alam, pohon Mangli tersebut akhirnya menyebar dan meluas hingga sekarang.

Pohon pinus, umumnya sekarang untuk petualangan. Kini berkembang menjadi wisata lokal, sebagai salah satu spot hutan pinus yang eksotik. Banyak warga bersama dengan pemerintah setempat membuka lahan hutan pinus untuk berbagai keperluan masyarakat. Petualangan, camping, wisata, atau keperluan lainnya.

Hutan pinus yang semula dibiarkan saja. Namun, pihak pengelola dengan cerdik dan sedikit modifikasi (bukan berarti merusak alam), justru malah mempercantik, sehingga menjadi kawasan yang ciamik dan fotogramable.