Manusia dan Teknologi Pendidikan

Teknologi diciptakan untuk mempermudah pekerjaan manusia. Lebih jauh teknologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang keterampilan dalam menciptakan alat, metode pengolahan, dan ekstraksi benda, untuk membantu menyelesaikan berbagai permasalahan dan pekerjaan manusia sehari-hari.

Karena teknologi adalah sebagai alat, maka tempatkanlah teknologi pada bingkai yang semestinya. Teknologi harus dipelajari, ditata, dimodifikasi agar menjadi lebih berdaya guna. Tak ada kata enggan untuk mempelajari teknologi, agar teknologi tidak menguasai hakikat manusia.

Dalam proses pembelajaran, manusia dan teknologi saling terkait. Salah satu tak bisa lepas dari yang lain. Manusia perlu teknologi, sebaliknya teknologi perlu ditangani manusia yang memiliki karakter konstruktif. Perlu adanya aturan atau etika untuk keduanya. Berikut beberapa hubungan antara manusia dan teknologi dalam meningkatkan taraf kualitas.

Pertukaran Data

Era big data yang dikemas dalam cloud data, diperlukan pertukaran data dan jaringan informasi antar jenjang serta materi pelajaran. Komunikasi antara nara sumber dan user tak lagi dihalangi oleh tempat dan waktu. Kendala utama yang masih sering dijumpai adanya aliran yang belum lancar agar data segera terbaca. Namun demikian, saat ini sudah lebih baik dari beberapa tahun belakangan.

Guru dan siswa, atau dosen dengan mahasiswa sudah bisa berinteraksi dengan baik. Teknologi telah membantu mereka untuk meraih target secara bersama. Metode penyampaian oleh seorang guru tak lagi dengan cara-cara konvensional.

Pendokumentasian dengan Teknologi

Proses perencanaan dan pencatatan pengajaran yang dilakukan oleh seorang guru atau dosen dilakukan dengan teknologi. Guru mengambil perilaku anak didik. Mengetahui latar belakang, mengenal karakter tiap siswa, agar setiap perencanaan yang dilakukan dan kegiatan assessment lebih tepat sasaran. Tak lagi sama rata.

Proses Pengolahan

Out put dari proses pembelajaran yang diharapkan sesuai dengan yang direncanakan. Keteraturan antara rencana, proses dan hasil, menunjukkan bahwa manajemen pengajaran berjalan dengan baik. Saat ini, guru harus mampu memberikan informasi yang tepat target apa yang hendak diperoleh oleh anak didik. Sedari awal, guru memberikan gambaran secara lengkap dengan tahapan materi yang akan ditransformasikan kepada siswa. Sistim tahapan, target dan penilaian dilakukan secara terbuka.

Peningkatan Mutu Penilaian

Penilaian tak hanya sekedar pemberian nilai skor. Tak hanya memberikan penghargaan tertentu kepada siswa. Lebih utama adalah kualitas assesmen kompetensi secara berkesinambungan. Hasil akhir bisa diakses bukan hanya oleh siswa, tetapi pihak keluarga, pemangku kepentingan dan masyarakat. Dengan demikian Lembaga Pendidikan menjadi milik bersama, yang kualitasnya dikehendaki juga oleh orang lain.

Leave a Reply

Your email address will not be published.