Maradona Gatal

Pada saat pertandingan antara Argentina melawan Korea Selatan yang berkesudahan 4-1 untuk Argentina, saya melihat Maradona gatal. Bukan berarti gatal lantas garuk-garuk, namun ia terlihat penasaran untuk menendang bola lagi. Ini dapat kita lihat pada saat bola keluar lapangan. Seolah-olah dia mengejar bola lantas menghentikan dengan ciri khasnya. Namun dari segi teknis cara menghentikan bola mengingatkan pada kelihaian saat menjadi bintang lapangan.

Maradona bisa jadi ingin seperti Franz Beckenbauer. Tokoh sepak bola legendaris dari Jerman Barat. Sang kaisar, demikian ia sering disapa, menjadi bintang lapangan sekaligus mampu membawa tim menjuarai piala dunia tahun 1974 di Jerman Barat, kala bertanding melawan Belanda yang berkesudahan 2-1. Hingga kini pertandingan Jerman Barat vs Belanda termasuk permainan yang melegenda. Terbaik sepanjang diselenggarakannya piala dunia.

16 tahun kemudian, Jerman Barat kembali mengukir prestasi puncak setelah mengkandaskan Argentina 1-0 lewat tendangan penalti Andreas Brehme. Posisi sang kaisar tidak lagi sebagai pemain, tetapi manajer. Sehingga lengkaplah gelar yang Ia sandang merengkuh kampium dunia, sebagai pemain sekaligus manajer.

Akankah Maradona pada tahun 2010 seperti sang kaisar?

Piala dunia sepakbola tahun 2010 yang diselengarakan di Afrika Selatan, paling tidak ada dua tokoh pemain dan manajer sekaligus. Mereka adalah Maradona dan Carlos Dunga. Dunga yang mencicipi manisnya menjadi juara dunia di Amerika Serikat tahun 1994, setelah Brasil mengkandaskan Italia 3 – 2 lewat drama penalti. Waktu itu Dunga berperan sebagai kapten, dengan daerah jelajah lapangan tengah. Yang bersinar saat itu adalah Romario dan Bebeto. Bahkan selebrasi Bebeto setelah menjebol gawang menjadi sebuah lakon yang ditiru oleh insan pemain bola, tak terkecuali pada pertandingan antar kampung.