Mata Uang

Hampir semua orang yang berperadaban membutuhkan uang. Saat ini, uang tunai masih dianggap barang untuk transaksi yang paling praktis. Sekalipun, transaksi digital sedikit demi sedikit menggerus keberadaan uang tunai.

Setiap negara memiliki mata uang. Mata uang adalah satuan unit mata uang yang disetujui oleh pemerintah dan warga negara di suatu negara. Pemerintahan atau negara memiliki mata uang sendiri. Jenis mata uang tiap negara berbeda-beda, tapi ada juga dua atau lebih suatu negara, memiliki mata uang yang sama.

Nama mata uang tiap negara berbeda. Indonesia memakai Rupiah, Jepang menggunakan Yen, Malaisia dengan Ringgitnya, sementara Rusia memakai Rubel. Uang tersebut memiliki nilai yang berbeda-beda, tergantung jenis transaksinya terhadap negara lain. Nilai transaksi ditentukan juga oleh eksport dan impor kedua negara tersebut.

Mata uang memiliki fungsi sebagai alat tukar, dan semua mata uang memiliki denominasi. Contohnya satu dollar Amerika setara dengan Rp14.000,00 di Indonesia. Dalam dunia perdagangan disebut dengan kurs. Nilai kurs hampir selalu berubah setiap saat. Para ekonom menyebutkan fluktuatif. Kurs yang paling tinggi masih dipegang oleh Inggris.

Inflasi dalam sebuah negara, juga ikut mempengaruhi nilai tukar mata uang. Kestabilan inflasi, dipengaruhi juga oleh situasi negara tersebut. Bila negara dalam keadaan aman, biasanya inflasinya cukup stabil, bahkan dapat dapat ditekan serendah mungkin. Namun ada kalanya, politik dan ekonomi saling bercerai. Keduanya berpisah, tidak saling mengganggu. Sebagai contoh Jepang. Meskipun kehidupan politik menegang, namun perekonomian Jepang stabil. Nilai tukar Yen terhadap mata uang lain tidak tergoyahkan.