Membina Keluarga dengan Konsep Al Fatihah (2)

Jum’at Berkah

Oleh: DR. H. Khamim Zarkasih Putro, M.Si.

Ketika ingin membangun sebuah keluarga, dapat juga kita melihat dengan atau dari sudut pandang surat Al Fatihah. Konsep yang ada dalam surat ini dapat diaplikasikan dalam kehidupan membangun sebuah keluarga sakinah. Mulai dari bacaan Basmalah hingga penutup dengan bacaan pengabulan harapan, semuanya penuh makna yang Subhanallah …. LUAR BIASA.

Marilah kita coba dengan kedangkalan ilmu yang dimiliki ini, untuk merenungi makna yang ada secara sederhana dan aplikatif bagi kehidupan berkeluarga.

Bacaan Basmalah

Ketika memulai sesuatu kita diwajibkan memulai dengan mengawalinya atas nama Sang Pencipta yaitu Allah SWT. Secara universal, agama manapun biasanya juga ketika akan melakukan sesuatu, pasti memulai dengan izin kepada yang memiliki dirinya atau pemilik alam ini, dalam hal ini tidak lain adalah Sang Pencipta, Allah SWT. Bahkan secara syariat Islam, bila tidak memulai dengan bacaan basmalah maka amalnya tertolak alias tidak bernilai di sisi Allah.

Apalagi ketika akan membangun sebuah bangunan yang diikat dengan namaNya, yang bernama pernikahan maka sudah seharusnyalah mengawali dengan izin dari Sang Pencipta, Allah SWT. Bukan dengan yang lainnya untuk meluruskan segala sesuatu yang menyertainya. Pilihan calon pasangan hidup kriteria yang dipilih terwarnai dengan nilai ilahiyah. Diketahui, kriteria pasangan hidup ada empat menurut Rasullah yaitu karena kekayaannya, nasabnya, kecantikannya dan agamanya. Bila yang dipilih yang terakhir atau dengan nilai ilahiyah maka tiga yang awal akan terwarnai. Kekayaan bukan dalam bentuk materi semata melainkan kekayaan hati dan kekayaan ilmu yang lebih melanggengkan pernikahan, kalaupun mendapat kekayaan materi itu merupakan nilai tambah saja. Nasab keturunannya bukan dalam hal nasab kebangsawanan atau kedudukan yang dimiliki oleh orang tuanya melainkan nasab keturuan orang-orang yang shaleh menjadi prioritas pilihan. Kecantikan yang didapat bukan semata-mata kecantikan fisik, melainkan kecantikan yang terpancar dari akhlaknya (inner beauty)

Awalan basmalah merupakan pembuka dari segala pilihan dan pijakan sehingga seseorang hendak membangun bahtera rumah tangganya terpagari oleh rambu-rambu ilahiyah sekaligus kontrol bagi diri dan pasangan hidupnya dalam menjalani kehidupan berkeluarga. Konsep bacaan Basmalah adalah konsep kunci pembuka keberkahan dan keridhoan yang memiliki alam semesta ini.

Bacaan Hamdalah

Konsep bacaan Hamdalah adalah konsep syukur. Dalam kehidupan rumah tangga bila tidak ada konsep syukur yang dikembangkan maka yang ada adalah kesia-siaan kehidupan dan kekufuran terhadap nikmat. Hal yang wajar ketika berkeluarga harus terjamin sandang, pangan dan papan (aman, nyaman dan nyam-nyam), ditambah lagi susuatu pelengkap lainnya seperti fasilitas untuk mobilitas usaha, dan harta investasi sebagaimana tersirat dalan QS. Ali Imron ayat 14. Yang menjadi masalah adalah ketika seseorang terjebak ke dalam konsep materialistik buta tanpa landasan, yang mengabaikan konsep ilahiyah. (bersambung)