Membina Keluarga dengan Konsep Al Fatihah (3)

Jum’at Berkah

Oleh: DR. H. Khamim Zarkasih Putro, M.Si.

Janji Allah jelas, bahwa ketika bersyukur maka nikmat akan bertambah (QS. Ibrahim ayat 7) tapi diimbangi juga dengan konsep berbagi karena banyaknya nikmat yang diberikan (QS. Al Kautsar ayat 1-2). Suami bila memiliki konsep syukur akan memudahkannya mencari rizki, istri bila memiliki konsep syukur akan melanggengkan rasa cinta kasih dari suami, dan anak bila memiliki konsep syukur akan mendapatkan keridhoan dari kedua orangtuanya. Lihat betapa banyaknya contoh, ketika suami tidak memiliki konsep syukur, terjebak kedalam kesulitan kehalalan rizki dan menjadi hamba harta sekaligus hamba istri. Ketika istri tidak memiliki konsep syukur, terjebak ke dalam hawa nafsu materialistik dan tidak amanah terhadapa amanah suami. Dan anak, ketika tidak memiliki konsep syukur, akan merongrong wibawa dan harta orang tua walaupun orang tuanya masih hidup terlebih lagi bila sudah tiada.

Bacaan Ar Rahman dan Ar Rahim

Konsep bacaan Ar Rahman dan Ar Rahim adalah konsep kasih dan sayang. Dengan mengagungkan asma Allah Yang Maha Kasih dan Yang Maha Sayang, sebagai aplikasi kehidupan berkeluarga juga harus menumbuhsuburkan konsep turunan asama ul husna tersebut. Kehidupan berkeluarga akan menjadi gersang bila tidak ada nilai-nilai kasih dan sayang, yang ada dan tumbuh adalah kehidupan dalam hasad, hasud, iri, dengki, curiga dan kebencian.

Kata Rasulullah bahwa rumah yang bahagia adalah rumah tercipta seperti syurga di dunia, Baiti Jannatii, rumahku syurgaku. Saling percaya, saling terbuka, saling memberi, saling berbagi menjadi bagian kehidupan keluarga dengan sinar surgawi.

Bacaan Maaliki Yaumiddin

Konsep Maaliki Yaumiddin adalah konsep manajemen keluarga yang berorientasi akhirat. Suami merupakan pemimpin bagi keluarganya, istri merupakan pemimpin bagi amanah yang diberikan suaminya, dan anak merupakan pemimpin bagi fungsi kedudukannya. Kesemuanya itu pasti akan diminta pertanggungjawabannya di akhirat. Setiap langkah yang dilakukan dalam menjalankan bahtera keluarga sebagai fungsi manajemen selalu berorientasi akhirat, agar mendatangkan keselamatan dan kenyamanan hidup bagi seluruh anggota keluarga.

Bacaan Iyyaka na’budu wa iyyaaka nasta’in

Konsep bacaan ini adalah konsep pelaksanaan kewajiban baru kemudian hak, bukan pelaksanaan hak dulu baru kewajiban. Orang sering terjebak dalam hal hak dan kewajiban, banyak orang sering menuntut hak dulu tapi lupa akan kewajiban. Dalam keluarga sering terjadi gesekan dan gonjang-ganjing kehidupan karena tiap individu selalu menuntut hak. Suami menuntut haknya sebagai suami, lupa kewajibannya sebagai seorang suami, istri selalu selalu menuntut hak sebagai istri tapi lupa akan kewajibannya sebagai seorang istri. Banyaknya perceraian dan percekcokan dalam keluarga dikarenakan banyaknya penuntutan hak yang tidak diimbangi dengan penunaian kewajiban. Tumbuh dan berkembang kekecewaan demi kekecewaan akibat tidak terpenuhi tuntutan hak. Ingatlah sebuah pepatah, tunaikan kewajiban maka hakmu akan terpenuhi. (bersambung)