Membina Keluarga dengan Konsep Al Fatihah (4)

Jum’at Berkah

Oleh: DR. H. Khamim Zarkasih Putro, M.Si.

Bacaan Ihdinas Shirathal Mustaqiim

Konsep bacaan Ihdinas Shirathal Mustaqiim adalah konsep ilmu, ilmu yang benar bukan ilmu berdasarkan asumsi atau anggapan. Ketika membangun keluarga tidak mungkin dibangun dengan sebuah atau beribu asumsi melainkan berdasarkan ilmu, petunjuk dan arahan. Ilmu, petunjuk dan arahan seperti apa, yang jelas adalah ilmu, petunjuk dan arahan yang membawa bahtera keluarga ke arah ketenangan dan kelanggengan sesuai arahan Sang pencipta.

Sebuah keluarga haruslah aktif dalam hal pencarian ilmu, petunjuk dan arahan. Namanya saja mohon petunjuk, berarti ada unsur keakfitan sebuah usaha pencarian. Ilmu merupakan landasan amal, bila amal tidak dilandasi ilmu maka sia-sia dalam mengarungi samudera kehidupan berkeluarga.

Banyak model dan tipe keluarga yang Allah SWT berikan contohnya, baik melalui ayat kauniyah yang ada di sekitar, atau sebuah perjalanan sejarah yang tercatat dalam kalamNya. Baik itu contoh pada manusia maupun kehidupan makhluk Allah lainnya seperti hewan. Terkadang maunusia tidak mau mengambil pelajaran (ibroh) dari alam berkenaan dengan kehidupan keluarga, sehingga ia tersesat di dalam hutan petunjuk, atau layaknya si buta yang memegang peta.

Bacaan Sirathal ladzina an’amta ‘alaihim, Ghairil Maghdubi ‘alaihim Waladh dhaaliin

Konsep bacaan ini adalah konsep model atau contoh aplikasi ilmu berkeluarga. Ada tiga kelompok contoh keluarga menurut konsep ini, yaitu keluarga sukses dunia akhirat, keluarga yang dibenci dan tersesat.

Keluarga yang sukses dunia akhirat adalah keluarga yang selalu belajar ilmu dan mengamalkan dengan landasan ilmu. Keluarga sukses dunia akhirat adalah keluarga yang selalu mengambil pelajaran dari sejarah atau kauniyah keluarga yang ada di sekitarnya. Keluarga yang sukses dunia akhirat adalah keluarga yang memperoleh kenikmatan hakiki karena dilandasi dengan ilmu dan keimanan, serta selalu memperbaiki diri dan keluarganya agar keselamatan tercurah kepada seluruh anggotanya. Mereka selalu selektif dalam hal apa yang masuk, apa yang mereka makan, dan apa yang mereka pakai dari hasil rizki yang mereka dapatkan.

Keluarga yang dibenci dan tersesat adalah keluarga yang tidak mengikuti petunjuk bahkan menjauhi petunjuk. Menjalankan bahtera kehidupan berkeluarga yang sekiranya menguntungkan kehidupan dunianya semata tanpa peduli arahan ilmu. Keluarga yang semau gue, tidak mengindahkan kaidah kehidupan, tidak selektif terhadap apa yang masuk, apa yang mereka makan, dan apa yang mereka pakai dari hasil rizki yang mereka dapatkan.

Bacaan Amin

Konsep bacaan Aamiin, adalah konsep pengharapan. Pengharapan kepada sesuatu za yang menguasai ala mini yaitu Allah SWT. Ketika keluarga berharap kepada Zat yang Maha Pengabul Segala Harapan, ia akan termotivasi dan tidak akan pernah kecewa terhadap segala keputusan yang diterima. Berbeda ketika keluarga berharap kepada makhluk yang selalu mengecewakan harapan-harapan, yang tumbuh adalah sikap apatis terhadap kehidupan dan terjebak ke dalam kehampaan kehidupan.

Demikian yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat!