Memilih Pemimpin (3)

Ramadhan 1443 H – Hari Keduapuluhdelapan

Kriteria pemimpin

Al-Qur’an dan Hadits menyimpulkan minimal ada empat kriteria yang harus dimiliki oleh seseorang sebagai syarat untuk menjadi pemimpin. Semuanya terkumpul di dalam empat sifat yang dimiliki oleh para Nabi/Rasul sebagai pemimpin umatnya, yaitu:

Pertama, Kesabaran dan ketabahan. “Kami jadikan mereka pemimpin ketika mereka sabar/tabah”. Q.S. As-Sajdah (32): 24. Kesabaran dan ketabahan dijadikan pertimbangan dalam mengangkat seorang pemimpin. Sifat ini merupakan syarat pokok yang  harus ada dalam diri seorang pemimpin.

Kesabaran tidak dapat didapatkan dengan serta merta. Perlu belajar sepanjang hayat. Sebagai contoh, misalnya kita menghadapi masalah pekerjaan, atau masalah dalam keluarga. Maka, kita harus sabar agar kita tidak menghadapi masalah dengan hati yang marah atau emosi. Hilang kendali hanya akan memperburuk keadaan.

Kedua, Mampu menunjukkan jalan kebaikan kepada warganya tidak mempersu masyarakat yang dipimpinnya sesuai dengan petunjuk Allah SWT. Anbiya’ (21): 73, “Mereka memberi petunjuk dengan perintah Kami”. Pemimpin dituntut tidak hanya menunjuk tetapi mengantar rakyat ke pintu kebahagiaan. Atau dengan kata lain tidak sekedar mengucapkan dan menganjurkan, tetapi hendaknya mampu mempraktekkan pada diri pribadi kemudian mensosialisasikannya di tengah masyarakat.

Pemimpin sejati harus mempunyai kepekaan yang tinggi (sense of crisis), yaitu apabila rakyat menderita dia yang pertama kali merasakan pedihnya dan apabila rakyat sejahtera cukup dia yang terakhir sekali menikmatinya.

Ketiga, Telah membudaya pada diri mereka kebajikan. Kebiasaan atau habit kemaslahatan tertanam pada diri seorang pemimpin. Berbuat baik saja tidak cukup. Dia harus belajar terus menerus melakukan perbuatan baik, sehiungga akan terbentuk watak atau karakter.

Kebiasaan baik hati itu membuat segalanya menjadi teduh, tenang, dan membuat kita damai dan itu yang akan mengantar kita pada segalanya berjalan mudah saja. Karena , kalau kebaikan dan perbuatan baik itu lahir dari ketulusan dan bukan hanya karena pamrih, bukan kepentingan dan kebutuhan sesaat, maka dia akan berkesan dan Insya Allah berbalas kebaikan pula dari Ilahi.

Keempat, memiliki kecakapan manajerial. Seorang pemimpin mestinya memiliki kecakapan manajerial dan administrasi untuk kepentingan rakyatnya. Menata kehidupan bermasyarakat mestinya ditunjang oleh tata kelola sumber daya alam dan insani. Agar diperoleh hasil yang optimal untuk kehidupan bersama. Tidak diperkenankan mengistimewakan pada orang atau golongan tertentu. Karena kehidupan bersama itu harus dipikul bersama.

Leave a Reply

Your email address will not be published.