Mempertebal Tauhid

Ramadhan 1443 H – Hari Ketujuhbelas

“Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kezhaliman (syirik), mereka itulah orang-orang yang mendapat keamanan dan mereka itu adalah orang-orang yang, mendapat petunjuk.” (Al-An’am: 82)

Tauhid merupakan tonggak kehidupan seorang muslim. Tauhid turut menentukan kehidupan bagi manusia. Tauhid menjadi landasan bagi setiap amal, membimbing seseorang, dan mengantarkan manusia kepada kehidupan dalam suasana kebahagiaan yang hakiki sampai akhirat. Sebaliknya, segala amal yang tidak dilandasi dengan tauhid akan sia-sia, tidak dikabulkan oleh Allah swt.

Hakikat Tauhid, ialah pemurnian ibadah kepada Allah, yaitu: menghambakan diri hanya kepada Allah secara murni dan konsekuen, dengan mentaati segala perintahNya dan menjauhi segala laranganNya. Dilakukan dengan penuh rasa rendah diri, cinta, harap dan takut kepadaNya. Untuk inilah sebenarnya manusia diciptakan Allah. Dan sesungguhnya misi para Rasul adalah untuk menegakkan tauhid. Bila tauhid telah teralisasi dalam kehidupan seseorang, maka akan terasa buah manisnya, anatara lain :

Pertama, tauhid memerdekakan manusia dari segala perbudakan dan penghambaan kecuali kepada Alah. Memerdekakan hati untuk tunduk, percaya, dan menyerahkan diri sepenuhnya kepada Allah swt. Tidak ada ketergantungan selain kepadaNya.

Kedua, tauhid membentuk kepribadian yang kokoh. Seseorang yang memiliki keimanan yang tebal, arah hidupnya jelas. Berdo’a dan meminta hanya kepadaNya, dalam keadaan lapang dan sempit. Berbeda dengan seorang musyrik yang hatinya terbagi-bagi untuk tuhan-tuhan dan sesembahan yang banyak. Suatu saat ia menyembah orang yang hidup, pada saat lain ia menyembah orang yang mati

Ketiga, tauhid selalu menjaga kemanan dan ketenangan. Tidak merasa takut kecuali kepada Allah. Tauhid menutup rapat celah-celah kekhawatiran terhadap rizki, jiwa dan keluarga. Ketakutan terhadap manusia, jin, kematian dan lainnya menjadi sirna. Seorang Mukmin hanya takut kepada Allah.

Keempat, tauhid adalah penghias rohani. Karena jiwanya hanya penuh harap kepada Allah, percaya dan tawakal kepadaNya, ridha atas qadar (ketentuan) Nya, sabar atas musibah serta sama sekali tak mengharap sesuatu kepada makhluk. Ia hanya menghadap dan meminta kepadaNya. Bila datang musibah ia segera mengharap kepada Allah agar segera dibebaskan darinya. Ia tidak meminta kepada orang-orang mati.

Kelima, tauhid merupakan dasar persaudaraan dan keadilan. Karena tauhid tidak membolehkan pengikutnya mengambil tuhan-tuhan selain Allah. Segenap manusia adalah hamba Allah dan yang paling mulia di antara mereka adalah Muhammad saw, disusul orang yang paling bertaqwa.