Memudahkan Urusan Orang Lain

Jum’at Berkah

Siapapun yang menyelesaikan kesulitan seorang mukmin dari berbagai kesulitan-kesulitan dunia, niscaya Allah akan memudahkan kesulitan-kesulitannya pada hari kiamat. Siapa yang memudahkan orang yang sedang kesulitan Allah memudahkan baginya di dunia dan akhirat.”

HR Imam Muslim dari Abu Hurairah.

Aristoteles pernah berujar bahwa manusia dikodratkan untuk hidup bermasyarakat dan berinteraksi dengan orang lain. Selain itu, manusia juga sebagai makhluk sosial, yang berarti dalam memenuhi kehidupan dan melangsungkan penghidupan, manusia akan selalu tergantung pada orang lain. Artinya, manusia tidak diperkenankan untuk hidup menyendiri. Teori ini dikenal dengan nama Zoon Politicon.

Berinteraksi sosial dapat dilakukan dengan cara berbagai macam cara. Dapat berbincang, berjabat tangan, bertanya, bekerja sama, dan sebagainya. Bahkan, dalam era digital saat ini interaksi sosial dapat dilakukan secara daring tanpa tatap muka, seperti melakukan panggilan suara atau video melalui telepon dan mengirim pesan melalui aplikasi.

Untuk mewujudkannya diperlukan perilaku yang harmonis. Tidak merasa paling tinggi sendiri atau paling besar sendiri. Kehidupan yang saling memberi dan menerima akan menghasilkan kehidupan yang selaras. Orang bilang, sama rasa. Tata kehidupan yang demikian itu, maka akan tercipta sebuah masyarakat yang idaman. Mereka memiliki kehidupan sendiri-sendiri tanpa mengabaikan orang lain.

Harapan dalam mengarungi kehidupan bersama adalah rasa tenteram dan kebahagiaan. Tidak ada lagi hambatan, karena semua dipikul bersama. Namun demikian tetap ada juga yang mengalami kesulitan. Musibah yang menimpanya tidak dapat disembuhkan dengan kekuatan dirinya sendiri. Perlu bantuan orang lain.

Sebagai salah satu orang yang tergabung dalam sebuah komunitas, sudah selayaknya untuk membantu orang yang sedang mengalami kesulitan. Perilaku meringankan beban orang lain harus dijadikan budaya dimana kita bertempat tinggal. Tidak mungkin orang yang kesusahan akan minta bantuan kepada saudaranya yang jauh. Tentu tetangga yang harus menolong.

Kita hindari bersikap buruk dengan mempersulit orang lain dengan berbagai macam alasan yang direkayasa. Apalagi koita memanfaatkan kesulitan yang dihadapi orang lain, dengan tujuan yang pendek yaitu mengambil keuntungan pribadi. Berikan hak-hak yang memang menjadi milik orang lain, dengan mengambil sikap senang mengambil sesuatu yang bukan miliknya sendiri.

Kesulitan dan masalah dalam kehidupan ini merupakan sunnatullah yang pasti akan dihadapi oleh setiap orang. Masalah yang sedang didapi tidak boleh dihindari. Jangan sampai mematahkan semangat hidup. Dengan menyelesaikan masalah yang dihadapi, kita akan menemukan pelajaran yang sangat berharga. Hikmahnya, kita sudah terbiasa menyelesaikan masalah yang dihadapi. Jangan lari dari masalah, karena masalah yang akan datang boleh jadi lebih besar. Oleh karenanya, membantu atau tidak mempersulit urusan orang sangat bermanfaat bagi dirinya sendiri.